Seni Rupa adalah

Posted on

VOI.co.id –  mengenai seni tak akan pernah ada habisnya, karena seni memiliki berbagai macam, salah satunya adalah seni rupa. Seni rupa adalah karya yang diciptakan oleh manusia untuk membawa kebahagiaan, kedamaian, dan pesan keindahan lainnya. Bukan hanya itu makna yang terkandung dalam karya cipta seni bisa dirasakan melalui tampilan hasil karya tersebut.

Ada berbagai bentuk dan wujud yang diciptakan setiap karya seni. Untuk bisa memahami dan menikmati sebuah karya seni, maka seseorang tersebut harus paham akan seni dan estetika yang terkandung didalamnya. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai seni rupa, mulai dari pengertian, aliran, jenis dan contohnya yang wajib diketahui

Pengertian Seni Rupa

Pengertian-Seni-Rupa-Adalah

Seni rupa adalah salah satu bagian dari cabang kesenian yang merupakan satu hasil karya seni yang dapat digunakan dan dimanfaatkan tanpa menghilangkan unsur keindahan dalam seni. Artinya penciptaan karya seni rupa bisa berbentuk benda yang bisa dilihat dan dirasakan melalui indra dalam tubuh.

Semua orang bisa menciptakan karya seni rupa untuk menunjukkan ekspresi atau pesan yang ingin disampaikan dalam benda tersebut. Adapun benda tersebut tak lepas dari unsur keindahan yang bisa dinikmati secara batin manusia yang membawa kebahagiaan

Sejarah Perkembangan Seni Rupa Indonesia

Di Indonesia sendiri seni rupa memiliki sejarah dan perkembangan yang cukup panjang. berikut ini merupakan sejarah periodisasi perkembangan seni rupa yang ada di Indonesia diantaranya adalah,

1. Periode Seni Rupa Indonesia Zaman Prasejarah

Seni rupa di Indonesia sudah ada sejak zaman prasejarah dimana pada waktu itu seni hadir dan dikaitkan oleh hubungan kepercayaan seperti, Animisme dan Dinamisme. Selain itu kesenian juga sering dijadikan sebagai media upacara yang bersifat simbolis.

Seni rupa pada zaman prasejarah ditandai dengan adanya bangunan dan seni lukis yang ada di zaman batu madya. Sedangkan pada zaman neolitikum terdapat karya seni rupa berbentuk patung gambar leluhur. Lalu pada zaman megalitikum manusia telah membuat bangunan dari batu besar.

2. Periode Seni Rupa Indonesia Zaman Klasik

pada zaman klasik, periode seni rupa di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu klasik tua dan klasik muda. Pada zaman ini pula banyak masyarakat yang menciptakan tonggak peradaban sebagai dasar perkembangan peradaban selanjutnya. Terdapat aturan atau norma budaya yang ditetapkan dan masih dilakukan hingga saat ini.

Seni rupa yang terjadi pada zaman klasik dimulai dari pengaruh Hindu-Saiwa dan Budha Mahayana pada masyarakat Jawa kuno. Sehingga seiring perkembangan agama tersebut banyak menghasilkan berbagai bentuk kesenian seperti candi Hindu dan candi Budha.

3. Periode Seni Rupa Indonesia Zaman Islam

Seni rupa Indonesia hadir di zaman Islam dan berkembang pada masa keemasan Islam. Perkembangan seni tersebut pun tersebar luas dan tetap bertahan hingga saat ini. Seni rupa Islam memiliki ciri khas tersendiri dan perannya sangat penting untuk perkembangan seni rupa modern.

Ada banyak dekorasi seni yang diciptakan di masa Islam yang dikenal dengan sebutan Arabesque. Misalnya saja pada pahatan kubur atau pemakaman Islam dan juga arsitektur pada bangunan masjid. Sedangkan unsur hias kesenian pada zaman Islam, salah satunya adalah kaligrafi yang berupa tulisan Arab dengan hiasan yang indah.

4. Periode Seni Rupa Indonesia Zaman Modern

Seni rupa Indonesia pada zaman modern terus mengalami perkembangan dan pembaharuan pada kreativitas atau hasil cipta karya seni. Hingga saat ini seni rupa masih bertahan dan dilestarikan di Indonesia. Pembaruan yang dicapai meliputi nilai estetika, inovasi, originalitas, dan karakter. Adapun seni rupa di Indonesia pada zaman modern mengalami perkembangan yang cukup lama.

Konsep Seni Rupa

Seni rupa memiliki konsep yang harus kamu ketahui seperti berikut ini,

1. Hakikat Seni Rupa

Hakikat seni rupa meliputi ekspresi seni yang hadir di kehidupan muka bumi ini sebagai keberagaman yang saling melengkapi. Seringkali ditemukan perbedaan seperti perbedaan budaya, ekonomi, politik, kondisi sosial, dan perbedaan alam sekitar. Karena hal tersebutlah yang menciptakan kesenian berbeda-beda sesuai dengan keberagaman masyarakat yang bersangkutan.

Adapun seni rupa juga bisa menjadi penunjang kebutuhan hidup manusia secara fisik maupun non fisik (batin) yang seringkali kita jumpai seperti anyaman, tikar, kursi rotan, lukisan, keramik, motif hias, buku, iklan, dan patung. Tiap zaman perkembangan seni mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

2. Aspek-Aspek Seni Rupa

Aspek seni rupa meliputi wujud dan isi, serta media, pokok soal, materi dan teknik.

Wujud dan isi dalam seni rupa

Wujud dan isi merupakan aspek seni rupa yang keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Wujud visual karya seni rupa dijadikan sebagai wadah sedangkan dalamnya merupakan isi. Isi tersebut berupa ide, gagasan dari tema yang diangkat dalam seni rupa. Hal tersebutlah yang membuat aspek ini saling berkaitan dan bergantungan

Media, pokok-soal, material, teknik

Aspek seni rupa yang satu ini juga sangat penting untuk diperhatikan. Media merupakan sebuah sarana untuk menyampaikan pesan dari karya seni rupa tersebut. Pokok soal melupakan gambaran yang disajikan dalam karya seni rupa. Sedangkan material dan teknik merupakan interaksi yang menciptakan sebuah hasil karya seni.

3. Ragam Seni Rupa

Ragam seni rupa merupakan konsep seni yang dibedakan berdasarkan bentuk juga dimensi.

Tujuan Seni Rupa

Pembuatan seni rupa memiliki tujuan yang beragam dalam kehidupan bermasyarakat ataupun individu. Meskipun begitu makna dari tujuan karya seni rupa tetaplah sama yaitu untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan di zamannya untuk generasi selanjutnya. Berikut ini merupakan tujuan seni rupa diantaranya adalah,

  1. Sebagai kepuasan pribadi, tuntutan kehidupan, serta sumber penghasilan
  2. Pekerjaan untuk menyejahterakan rakyat
  3. Sebagai simbol kemajuan peradaban umat manusia
  4. Sebagai media berekspresi berdasarkan pandangan setiap masyarakat
  5. Sebagai media komunikasi antara penikmat seni dengan pencipta karya seni
  6. Untuk media pendidikan dan pelajaran dalam memperkenalkan seni rupa
  7. Untuk kepentingan umat beragama sebagai simbol atau upacara yang dilakukan
  8. Untuk menunjukkan eksistensi pencipta karya seni dalam menampilkan hasil karyanya

Unsur-unsur Seni Rupa

Dalam seni rupa dibutuhkan unsur-unsur yang membangun keberhasilan penciptaan karya tersebut. Unsur memiliki peranan penting dalam seni rupa yang dipadukan secara bersamaan. Berikut ini merupakan unsur-unsur dalam seni rupa yang harus kamu ketahui diantaranya adalah,

  • 1. Titik

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Titik

titik merupakan unsur terkecil untuk membentuk seni rupa. Keberadaan titik sangat diperlukan sebagai dasar untuk mendapatkan berbagai ide karya seni yang akan diciptakan.

Untuk membuat unsur titik diperlukan jarak yang sesuai dari satu titik ke titik yang lainnya. Jarak yang digunakan biasanya berhimpitan dan lebar.

  • 2. Garis

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Garis

Garis merupakan unsur yang dibentuk dari penggabungan sebuah titik. Garis yang diciptakan untuk membuat sebuah karya menggambarkan sebuah watak atau ciri khas seperti kaku, lentur, keras, dan lainnya. Garis dibagi menjadi tiga berdasarkan,

Jenis

Garis memiliki beberapa jenis untuk menciptakan suatu karya seni yaitu, vertical, horizontal, diagonal, spiral, panjang, pendek, lengkung, bergelombang, dan lain sebagainya

Kesan

Setiap garis yang dibentuk memiliki kesan tersendiri yang biasanya digunakan sebagai simbol atau ciri khas. Karena banyaknya variasi jenis garis memperoleh kebudayaannya tersendiri.

Wujud

Garis memiliki wujud yang dibedakan menjadi dua bagian yaitu garis nyata dan garis semu. Keduanya memiliki perbedaan dalam bentuk garis yang digunakan, menyesuaikan dengan karya seni yang diciptakan.

  • 3. Bidang

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Bidang

Unsur seni rupa yang satu ini terbentuk dari penggabungan beberapa unsur garis yang menghasilkan bentuk bidang. Di mana setiap garis yang disatukan akan membentuk beberapa sisi yang memiliki panjang, lebar, serta ukuran.

Bidang juga memiliki bentuk yang dibagi menjadi dua, yaitu bidang geometris dan bidang biomorfis. Bidang-bidang tersebut memiliki sifat tak beraturan dan organis serta memiliki unsur volume atau isi.

  • 4. Bentuk

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Bentuk

Bentuk merupakan unsur yang diciptakan dari penggabungan beberapa unsur bidang. Dengan kehadiran bentuk, karya seni rupa terlihat lebih hidup dan nyata. Hal ini terjadi karena terdapat torehan secara detail yang sempurna, yang menciptakan keindahan dan kenyataan sebuah karya seni rupa. Unsur bentuk dibagi menjadi dua, yaitu

A. Geografis

Geografis merupakan unsur bentuk yang diciptakan berdasarkan pada perhitungan kubistis dan perhitungan silindris. Misalnya yaitu, balok, kubus, tabung, kerucut, bola, dan lain sebagainya

B. Nongeometris

Nongeometris adalah unsur bentuk yang diciptakan melalui hasil tiruan dari alam sekitar seperti manusia, tumbuhan, dan hewan.

  • 5. Ruang

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Ruang

Ruang merupakan salah satu unsur seni rupa yang memiliki dua sifat yaitu,

  1. Ruang yang bersifat nyata, yaitu biasanya memiliki sebuah bukti nyata yang dapat dilihat dan disentuh. Contohnya, ruangan pada kamar ruangan, pada ruangan patung dan lain sebagainya
  2. Ruang yang bersifat semu, yaitu satu ruangan yang tidak terdapat karya seni rupa bentuk khayalan dan imajinasi setiap manusia. Misalnya ruangan lukisan.
  • 6. Warna

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Warna

Warna merupakan unsur yang memberikan keindahan pada mata lewat cahaya yang timbul. Kehadiran warna mampu membuat karya seni menjadi lebih nyata serta membagun ekspresi suasana pencipta. Berdasarkan kelompoknya warna dibagi menjadi 3 yaitu,

1. Warna primer adalah warna pokok yang tercipta dengan sendirinya Adapun yang termasuk warna primer adalah

  • kuning
  • Warna merah
  • Warna biru

2. Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari campuran warna primer dengan seimbang. Yang termasuk warna sekunder adalah

  • Ungu = merah + biru
  • Hijau = kuning + biru
  • Orange = merah + kuning

3. Warna tersier adalah pencampuran antara warna primer dan warna sekunder. Yang termasuk kedalam warna tersier adalah

  • Coklat kemerahan = merah + hijau
  • Coklat kekuningan = kuning + ungu
  • Coklat kebiruan = biru + orange

 

  • 7. Tekstur

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Tekstur

Tekstur merupakan unsur yang menggambarkan suatu keadaan permukaan pada bidang atau benda karya seni rupa. Adapun tekstur yang terdapat pada benda dibedakan menjadi dua, yaitu

Tekstur nyata, merupakan permukaan pada bidang benda yang sama jika dilihat dan dirasakan.

Tekstur semu merupakan permukaan pada bidang yang memiliki nilai berbeda ketika dilihat dan diraba.

  • 8. Gelap Terang

Unsur-unsur-Seni-Rupa-Gelap-Terang

Gelap terang merupakan perbedaan intensitas cahaya yang ada pada benda hasil karya seni rupa. Hal ini sudah diatur sedemikian rupa dengan pencipta seni agar terlihat seimbang dan menarik.

Fungsi Seni Rupa

Fungsi-Seni-Rupa

Dalam penciptaannya, seni rupa memiliki fungsi tersendiri bagi kehidupan. Berdasarkan pengelompokan, fungsi seni rupa dibagi menjadi dua yakni fungsi individu dan fungsi sosial..

  • 1. Fungsi Individu

Seni rupa adalah salah satu hasil penciptaan karya seni yang memiliki keindahan. Fungsi individu yang diperoleh dari seni rupa tersebut bisa dirasakan oleh seniman, maupun penikmatnya. Khususnya si pencipta yang merasakannya kepuasan batin atas apa yang telah ia ciptakan sebagai bentuk mengekspresikan diri.

  • 2. Fungsi Sosial

Selain dinikmati oleh setiap individu, seni rupa juga merupakan hasil karya yang memiliki fungsi sosial. Hal ini terlihat ketika banyaknya masyarakat pencinta seni membeli dan mengapresiasi suatu karya seni dengan baik.

Secara umum, berikut ini merupakan fungsi seni rupa yang ada dalam kehidupan

  1. Sebagai sarana untuk mengekspresikan diri
  2. Pemenuhan kebutuhan emosional setiap individu
  3. Media mendekatkan diri kepada sang Pencipta melalui karya seni yang bersifat kerohanian
  4. Sebagai tempat berkumpul dan berkomunikasi suatu kelompok masyarakat pencinta seni
  5. Memberikan edukasi kepada masyarakat secara tersirat dan tersurat melalui hasil karya seni rupa
  6. Melestarikan budaya Indonesia

 

Prinsip Seni Rupa

Prinsip-Seni-Rupa

Dalam penyusunan pembuatan karya seni rupa diperlukan prinsip sebagai bentuk komposisi yang meliputi,

  • 1. Kesatuan (unity)

Prinsip utama dalam seni rupa yaitu kesatuan yang saling melengkapi antara unsur seni rupa yang satu dengan yang lainnya. Kesatuan akan membentuk keindahan yang bagus dan serasi. Kesatuan bukan hanya terdiri dari unsur yang sama, tetapi untuk terlihat lebih menarik digunakan unsur yang bervariasi.

  • 2. Keselarasan (harmony)

Keselarasan diciptakan dari unsur yang berbeda baik dalam bentuk maupun warna. Keselarasan akan menciptakan nilai estetika yang tinggi.

  • 3. Penekanan (kontras)

Penekanan dalam seni rupa didapatkan dari unsur gelap terang yang seimbang. Sehingga tidak ada kesan monoton atau warna yang terlalu mencolok pada bentuk, warna dan ukuran.

  • 4. Irama (rythm)

Irama merupakan pengulangan unsur yang diletakkan secara statis. Sehingga susunan akan terlihat bervariasi dan mendapatkan irama yang harmonis..

  • 5. Gradasi

Gradasi merupakan susunan warna yang dilakukan secara bertahap. Warna yang disusun berdasarkan tingkatan pada seni rupa.

  • 6. Proporsi

Proporsi yaitu sikap untuk membandingkan bagian dalam seni rupa dengan bagian lainnya secara keseluruhan.

  • 7. Keserasian

Keserasian akan menciptakan karya seni rupa yang memiliki keharmonisan dan keselarasan yang baik. Keserasian dibentuk melalui penyatuan semua unsur seni rupa.

  • 8. Komposisi

Komposisi adalah susunan unsur seni rupa yang bagus, serasi, dan teratur.

  • 9. Keseimbangan (balance)

Keseimbangan adalah persamaan setiap unsur yang disusun. Sehingga daya tarik yang ditampilkan pada setiap susunan merata.

  • 10. Aksentuasi

Aksentuasi merupakan unsur yang paling terlihat berbeda atau menonjol, dibandingkan unsur yang lain.

 

Cabang-cabang Seni Rupa

Cabang-cabang-Seni-Rupa

Seni rupa memiliki empat cabang yang harus diketahui diantaranya adalah,

  • 1. Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan yaitu hasil karya seni yang memiliki beragam manfaat untuk digunakan tanpa mengurangi nilai keindahan pada karya tersebut.

  • 2. Seni Rupa Murni

Seni rupa murni merupakan hasil suatu karya cipta yang mengutamakan nilai estetika atau keindahannya dan tidak memperdulikan nilai pakai atau nilai praktis. Seni rupa murni dibuat untuk menunjukkan ekspresi dan kepuasan batin dalam penciptaannya

  • 3. Seni Desain

Seni desain merupakan salah satu cabang seni dimana hasil penciptaannya lebih mengutamakan kreativitas dan keterampilan seniman. Sehingga diperlukan beberapa waktu untuk proses merencanakan dan merancang bentuk yang akan dibuat

  • 4. Seni Kriya

Seni kriya atau yang sering disebut dengan kerajinan tangan merupakan hasil karya seni yang dibuat oleh keterampilan tangan (handmade). Dalam penciptaan seni rupa harus memperhatikan kualitas nilai keindahan dan fungsional yang tinggi.

 

Macam Macam Jenis Seni Rupa

Macam-Macam-Jenis-Seni-Rupa

Dalam pembagian cabang seni rupa terbagi lagi menjadi macam-macam cabang/jenis seni rupa yang berdasarkan pada kategori berikut,

1. Wujud

Seni rupa berdasarkan wujud terbagi menjadi,

  • Seni rupa dua dimensi, yakni hasil karya seni yang hanya bisa dilihat dari satu arah, terdiri dari panjang dan lebar.
  • Seni rupa tiga dimesi yaitu hasil karya seni rupa yang bisa dinikmati dari berbagai sudut pandang, terdiri dari panjang, lebar, tinggi sehingga membentuk volume.

2. Masa

Seni rupa berdasarkan masa dibedakan menjadi,

  • Seni rupa tradisional, merupakan karya seni yang diciptakan berdasarkan aturan jaman dahulu yang sudah diajarkan secara turun-temurun. Hasil karya yang dibuat hanya sebagai pengulangan tanpa mengubah bentuk asli.
  • Seni rupa modern, merupakan karya seni yang bersifat bebas dan universal. Dalam penciptaannya, seni rupa modern mengembangkan kreativitas dan inovasi yang lebih baik. Sehingga menciptakan perubahan bentuk pada seni rupa
  • Seni rupa kontemporer, adalah karya seni yang diciptakan berdasarkan pengaruh waktu. Sehingga tidak terikat dengan aturan zaman dahulu.

3. Fungsi

Berdasarkan fungsinya, seni rupa dibedakan menjadi:

  • Seni rupa murni, yaitu hasil karya seni rupa yang hanya mementingkan nilai estetika dibanding nilai fungsionalnya.
  • Seni rupa terapan, merupakan hasil karya seni rupa yang bisa digunakan atau memiliki nilai fungsional tinggi, tanpa meninggalkan nilai estetikanya.

 

Contoh Seni Rupa

Berdasarkan pembagian cabang seni rupa, terdapat contoh hasil karya seni rupa yang sering kita temui, diantaranya adalah

  • 1. Seni Rupa Terapan

Seni-Rupa-Terapan

Berikut ini merupakan contoh seni rupa terapan, diantaranya adalah

  1. Anyaman, merupakan hasil karya seni kriya yang berasal dari serat tumbuhan dan sintesis. Contoh hasil karya seni anyaman adalah kursi, keset, keranjang dan lainnya.
  2. Seni Batik lapangan hasil karya seni rupa yang terbuat dari kain dengan teknik menggambar pola di atas kain menggunakan cat pewarna.
  3. Seni Keramik makan hasil karya seni rupa yang bisa dinikmati keindahannya dan dimanfaatkan kegunaannya. Contoh hasil karya seni keramik yaitu porselin, gerabah, guci dan lainnya.
  • 2. Seni Rupa Murni

Seni-Rupa-Murni

Berikut ini merupakan contoh seni rupa murni, diantaranya adalah

  • Lukisan merupakan has karya seni yang diciptakan oleh para seniman untuk menggambarkan ekspresi atau pesan yang ingin disampaikan. Lukisan bisa dinikmati keindahannya untuk menghilangkan kejenuhan dan mengurangi kesedihan
  • Kaligrafi adalah gambar yang merupakan peninggalan sejarah kebudayaan islam. Lukisan kaligrafi biasanya ditemui dalam masjid, kitab suci dan lain-lain.

 

Aliran Seni Rupa

Aliran-Seni-Rupa

  • Aliran Seni Rupa Naturalisme, yaitu hasil lukisan yang berupa bentuk keadaan alam. Aliran seni ini berciri berupa gambar pemandangan yang wujudnya hampir sama.
  • Aliran Seni Rupa Realisme, yaitu seni rupa yang melukiskan suatu objek secara nyata. Ciri-ciri dari aliran ini digambarkan secara teliti agar memiliki suasana dan kesan yang seimbang
  • Aliran Seni Rupa Romantisme, yaitu hasil karya seni rupa yang diciptakan dengan memperhatikan unsur estetika, irasional, dan fantastis. Biasanya aliran ini menceritakan tentang kisah cinta yang romantis dan dramatis
  • Aliran Seni Rupa Ekspresionisme, merupakan hasil karya seni rupa yang menggambarkan keadaan atau ekspresi seniman. Sehingga pembuatannya bebas, berasal dari imajinasi dan keadaan batin.
  • Aliran Seni Rupa Impresionisme, merupakan aliran yang menggambarkan suatu objek dengan menampilkan kesan sekilas saja.
  • Aliran Seni Rupa Kubisme, adalah hasil karya seni rupa yang berbentuk suatu objek dalam bangunan geometri serta sedikit mengandung kesan abstrak.
  • Aliran Seni Rupa Dadaisme, adalah aliran seni yang menggambarkan kekerasan dan anti perasaan. Ciri-ciri nya bersifat kasar, kritikan, dan sindiran
  • Aliran Seni Rupa Futurisme, merupakan aliran seni rupa yang mementingkan keindahan gerak, warna, visual dan garis. Ciri-ciri aliran ini menggambarkan suatu objek yang sedang bergerak atau memiliki bayangan di sekitarnya.
  • Aliran Seni Rupa Surealisme, merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan alam bawah sadar berupa majinasi atau mimpi.
  • Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer, merupakan aliran seni yang diciptakan pada waktu tertentu menyesuaikan perkembangan zaman.
  • Aliran Seni Rupa Konstruktivisme, merupakan hasil karya seni rupa yang menggambarkan sebuah bangunan.
  • Aliran Seni Rupa Popular Art / Pop Art, merupakan aliran seni yang menggambarkan objek yang tidak jelas akibat kejenuhan. Contoh aliran karya seni ini berupa gambar karikatur.
  • Aliran Seni Rupa Abstraksionisme, merupakan hasil karya seni rupa yang gambarnya tidak jelas. Hal ini bertujuan untuk melepaskan diri dari sensasi suatu objek.
  • Aliran Seni Rupa Neo – Klasik, adalah hasil karya seni yang klasik.
  • Aliran Seni Rupa Pointilisme, hasil karya seni rupa yang cara pembuatannya menggunakan titik-titik. Adapun titik yang digunakan sangat bervariasi, yakni besar, kecil, tebal, tipis, berwarna hitam putih.
  • Aliran Seni Rupa Primitif, merupakan aliran dengan gaya primitif seperti gambar di dinding goa. Ciri dari aliran ini berupa gambar yang sederhana dan minimalis.
  • Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica, merupakan hasil karya seni yang berupa gambar dengan objek yang diberi goresan metafisica.
  • Aliran Seni Rupa Gotik, merupakan aliran yang menggambarkan objek dengan garis tebal serta bentuk yang ramping. Contoh dari aliran ini adalah gambar raja, ratu, ksatria atau tokoh suci lainnya.

 

Seni rupa adalah bentuk karya yang menciptakan benda dengan memiliki nilai fungsional dan estetika. Berbicara mengenai seni, akan ada banyak pembahasannya. Namun dalam pembuatan seni rupa tetap diperlukan kreativitas dan keterampilan serta jiwa seniman yang tinggi.

itulah beberapa pembahasan mengenai seni rupa mulai dari pengertian, jenis, unsur contoh, hingga aliran aliran. Seni rupa adalah suatu kebutuhan yang diperlukan secara fisik maupun batin manusia.

Baca juga:

Content Protection by DMCA.com