Bank Syariah dan Bank Konvensional

Posted on

VOI.Co.Id – Nama bank syariah tentunya sudah tidak asing lagi bukan? Jenis bank syariah sekarang sudah menjamur, bahkan banyak bank konvensional yang membuka layanan syariah. Bank syariah dan bank konvensional ini sebenarnya sama yaitu penyedia layanan jasa keuangan. Namun tentu saja ada perbedaan pada bank konvensional dengan syariah.

Perbedaan antara keduanya akan dibahas secara lengkap di sini. Dengan memahami perbedaan dan persamaannya tentu akan memudahkan dalam hal pemilihan layanan jasa keuangan ini.

Perbedaan dan Persamaan Bank Konvensional dan Syariah

Persamaan-Bank-Syariah-dan-Bank-KonvensionalSecara garis besar persamaan bank konvensional dan syariah ada pada layanan yang diberikan. Semua bank baik bank syariah dan konvensional memberikan layanan jasa penyimpanan uang, pinjaman uang, dan berbagai layanan lainnya. Hanya saja nama layanannya berbeda. Pada prinsipnya bank syariah dan bank konvensional memberikan jasa yang sama.

Persamaan lainnya dari bank syariah dan konvensional adalah pelayanan yang diberikan. Kedua bank ini mempunyai prinsip yang sama yaitu pelayanan prima. Pelayanan ini berorientasi dari kepuasaan para pelanggan.

Layanan prima yang diberikan oleh semua bank yang ada di Indonesia ini sangat terlihat dalam pelayanan langsung kepada nasabahnya. Bank akan selalu memprioritaskan kebutuhan pelanggannya, hal ini dilakukan agar nasabah percaya dengan layanan yang diberikan.

Yang akan dibahas detail di sini adalah perbedaan dari bank syariah dan konvensional. Pada dasarnya ada 7 hal yang membedakan antara bank konvensional dan syariah. Ketujuh perbedaan tersebut adalah:

1. Perbedaan Hukum

Perbedaan-Hukum
Perbedaan-Hukum

Perbedaan yang paling mendasar dari bank syariah dan bank konvensional adalah dasar hukum yang digunakan. Bank syariah menggunakan dasar hukum syariat islam yang ada dalam hadist dan alquran. Hukum yang ada di dalam dua sumber ini kemudian difatwakan oleh MUI sebagai dasar hukum bank syariah.

Terdapat 6 hukum dasar yang digunakan dalam bank syariah. Keenam hukuk tersebut adalah:

  1. Hukum bagi hasil atau akad mudharabah
  2. Hukum perkongsian atau hukum musyarakah
  3. Hukum bagi hasil dalam skala besar atau hukum al-ba’i
  4. Hukum sewa menyewa atau hukum al ijarah
  5. Hukum kerja sama tani atau hukum al musaqat
  6. Hukum keagenan atau hukum al wakalah

Keenam dasar hukum inilah yang dijadikan sebagai dasar pengoperasian bank syariah di Indonesia. Jika ada beberapa hukum yang baru muncul maka harus disinkronkan dengan dasar hukum utamanya yaitu hadist dan alquran.

Sedangkan pada bank konvensional dasar hukum yang digunakan adalah dasar hukum Indonesia. Dalam hal ini adalah undang-undang pidana dan undang-undang perdata. Bank konvensional atau bank umum harus mengacu pada sumber hukum yang berlaku di Indonesia ini.

2. Perbedaan Investasi

Perbedaan-Investasi

Perbedaan selanjutnya antara bank syariah dan bank konvensional bisa dilihat dari segi investasi yang dilakukan. Investasi yang dilakukan oleh bank syariah haruslah yang halal dan sesuai dengan syariat islam. Jadi, bagi siapa saja yang ingin meminjam dana di bank syariah untuk usaha maka usahanya harus yang halal.

Biasanya bank syariah akan melakukan pengecekan secara menyeluruh usaha apa yang akan dijalankan oleh calon kreditur atau peminjam. Jika pihak bank menilai bahwa usaha yang dijalan sesuai dengan syariah islam maka dana tersebut akan dicairkan.

Contoh usaha yang halal cukup banyak, misalnya saja perdagangan, pertanian, peternakan, dan berbagai usaha lainnya. Yang terpenting usaha yang dilakukan adalah usaha halal dan tidak merugikan orang.

Sedangkan bank konvensional tidak memandang apakah investasi yang akan dilakukan halal atau tidak. Dalam bank konvensional semua orang dapat menjadi krditur dengan syarat usahanya mempunyai izin dari negara. Semua jenis usaha dapat meminjam dana dari bank konvensional.

Usaha yang tidak sesuai dengan syariat islam pun dapat meminjam dana dari bank konvensional asalkan diakui hukumnya di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa investasi bank syariah harus sesuai aturan agama islam, sedangkan bank konvensional harus sesuai dengan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

3. Perbedaan Orientasi

Perbedaan-Orientasi

Dalam banyak makalah perbedaan bank syariah dan bank konvensional disebutkan bahwa salah satu perbedaan mendasar dari kedua bank ini adalah orientasi. Orientasi yang dimaksud di sini adalah tujuan jangka panjang bank.

Secara umum orientasi dari bank konvensional adalah keuntungan atau profit. Sedangkan tujuan utama dari bank syariah adalah keuntungan, kesejahteraan dan kemakmuran bersama, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dilihat dari orientasinya sudah sangat berbeda. Bank syariah tidak hanya bertujuan mendapatkan keuntungan saja tapi juga kebahagiaan di dunia dan akhirat.

4. Perbedaan Keuntungan

Perbedaan-Keuntungan

Antara bank syariah dan bank konvensional juga mempunyai perbedaan dalam hal pembagian keuntungan. Di dalam bank syariah menerapkan pembagian keuntungan antara nasabah dan bank sesuai dengan akad yang dilakukan sejak awal transaksi.

Bank syariah berhal melakukan analisa apakah usaha yang akan dijalankan oleh kreditur menguntungkan atau tidak. Jika memang usaha yang akan dijalankan tidak menjanjikan hasil maka bank syariah berhak untuk menolaknya.

Sedangkan bank konvensional menggunakan sistem bunga tetap dan mengembang. Bank konvensional mengangganp bahwa usaha yang akan dilakukan pasti akan menguntungkan.

Perbedaan yang paling utama dalam hal keuntungan ini adalah sistem yang digunakan. Dalam bank syariah tidak mengenal bunga melainkan bagi hasil. Sedangkan di dalam bank jenis konvensional menggunakan istilah bunga.

Perbedaan bagi hasil dan bunga ini sangat mencolok. Agar lebih paham berikut ini akan diberikan poin penting yang ada di dalam bagi hasil dan bunga.

Bagi hasil dalam bank syariah:

  1. Dalam menentukan bagi hasil dilakukan pada saat awal perjanjian dilakukan. Penghitungan bagi hasil ini juga didasarkan pada untung atau rugi yang akan didapatkan.
  2. Jumlah nisbah yang akan diberikan dalam bagi hasil didasarkan pada jumlah dari keuntungan yang didapatkan.
  3. Besaran bagi hasil yang akan didapatkan bergantung dari hasil usaha yang dilakukan. Jika usaha yang dilakukan mengalami kerugian maka kerugian tersebut akan ditanggung secara bersama-sama.
  4. Besaran bagi hasil yang didapatkan juga bergantung dari besaran keuntungan yang diperoleh. Semakin besar keuntungannya maka jumlah bagi hasil yang didapatkan akan semakin besar pula.
  5. Penerimaan atau pembagian keuntungan yang ada di dalam bank syariah adalah halal.

Bunga dalam bank konvensional:

  1. Besarnya bunga yang ditetapkan oleh bank konvensional dapat berubah sewaktu-waktu tanpa memperhitungkan untung atau rugi yang akan didapatkan.
  2. Besarnya bunga yang berlaku ditentukan berdasarkan dengan jumlah uang yang akan dipinjamkan.
  3. Pembayaran bunga tetap sesuai dengan perjanjian yang sudah dilakukan tanpa melihat apakah usaha yang dilakukan mengalami keuntungan dan kerugian.
  4. Pembayaran bunga juga tetap walaupun keuntungan yang didapatkan lebih besar.
  5. Pengambilan atau pembayaran bunga sah menurut hukum dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

5. Perbedaan Hubungan Antara Bank dan Nasabah

Perbedaan-Hubungan-Antara-Bank-dan-Nasabah

Hal selanjutnya yang menjadi perbedaan dari bank syariah dan bank konvensional adalah hubungan yang dijalin dengan nasabah. Bank syariah lebih memperlakukan nasabah sebagai mitra usaha dengan perjanjian yang sangat transparan. Hal inilah yang membuat banyak nasabah bank syariah merasa ada kedekatan secara emosional.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam bank syariah menggunakan konsep bagi hasil. Dengan konsep ini jika nasabah merugi maka bank juga akan menanggung secara bersama. Ini juga merupakan salah satu yang membuat nasabah merasa dilindungi oleh bank.

Hal ini sangat berbeda dalam bank konvensional, dalam bank konvensional hubungan yang terjadi adalah hubungan antara debitur dengan kreditur. Nasabah yang membayar cicilan lancar secara otomatis bank akan memberikan keterangannya dengan lancar. Namun jika pembayaran kredit nasabah macet maka bak berhak untuk menagih.

Bank konvensional juga akan memberikan tindakan penyitaan terhadap aset yang dijaminkan. Hal ini dilakukan jika nasabah sudah tidak mampu lagi untuk membayar pinjaman yang sudah diberikan.

6. Perbedaan Dewan Pengawas

Perbedaan-Dewan-Pengawas

Perbedaan selanjutnya antara bank konvensional dan bank syariah adalah keberadaan dewan pengawas. Dewan pengawas mempunyai tugas untuk mengawasi semua transaksi yang terjadi dalam sebuah bank. Keberadaan dewan pengawas hanya ada dalam bank syariah saja, sedangkan bank konvensional tidak.

Dewan pengawas yang ada di dalam bank syariah terdiri atas orang-orang yang ahli ekonomi dan menguasai hukum fiqih. Tugas utama dari dewan pengawas adalah memastikan jika semua transaksi yang dilakukan sudah sesuai dengan syariat islam.

Dewan pengawas juga mempunyai tugas pengawasan kepada investasi yang dilakukan dalam bank syariah. Investasi yang dilakukan oleh nasabah haruslah yang halal dan sesuai dengan syariat islam. Dewan pengawas berhak menghentikan investasi tersebut jika memang tidak sesuai dengan aturan islam.

Dalam bank konvensional dewan pengawas tidak ada keberadaannya. Semua transaksi yang dilakukan oleh bank konvensional tidak harus sesuai dengan syariat islam. Yang terpenting dalam bank konvensional adalah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indoneisa.

7. Perbedaan Promosi dan Cicilan

Perbedaan-Promosi-dan-Cicilan

Produk bank syariah dan bank konvensional sebenarnya sama, namun sistem yang digunakannya berbeda. Dalam hal promosi dan cicilan pun kedua jenis bank ini mempunyai perbedaan.

Bank syariah menerapkan sistem promosi dan cicilan yang sangat transparan. Besaran cicilan yang dibayarkan dalam bank syariah bersifat tetap sesuai dengan keuntungan yang sudah disepakati. Isi dari kesepakatan ini juga harus dibacakan dengan jelas dan dipahami oleh kedua belah pihak.

Bank syariah juga harus menyampaikan secara jelas dan trasnparan promosi yang diberikan. Dalam hal ini bank syariah menyebutkan biaya apa saja yang dibayarkan oleh nasabah dan apa yang tidak dibayarkan.

Berbeda dengan peraturan yang ada di dalam bank konvensional. Dalam bank konvensional promo yang dilakukan mempunyai tujuan untuk menarik nasabah. Promosi tersebut biasanya bersifat sementara dalam waktu periode tertentu. Setelah masa promosi habis maka akan berlaku aturan seperti biasanya.

Kesimpulan

Perbedaan pada bank konvensional dengan syariah ini cukup banyak terutama dalam hal pembagian keuntungan. Dengan memahami perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jasa layanan.

Bagi umat islam tentunya dalam memilih jasa layanan keuangan harus memperhatikan kehalalannya dan sesuai dengan prinsip syariah. Bank syariah dan bank konvensional mempunyai prinsip yang sama hanya saja sistem yang digunakannya cukup berbeda.

Di Indonesia sendiri sudah banyak bank syariah yang lahir dari bank konvensional. Dengan kata lain hampir semua bank di Indonesia mempunyai bank yang berbentuk syariah.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com