Manajemen Adalah

Posted on

VOI.Co.Id –  Manajemen sudah menjadi kata yang tidak asing lagi, terutama dalam organisasi. Sebenarnya apakah manajemen itu? Pengertian manajemen adalah ilmu dan proses yang berupa tindakan dengan tujuan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut KBBI, manajemen merupakan penggunaan sumber daya untuk mencapai target atau sasaran. Manajemen ini sebenarnya merupakan kata serapan dari management. Dalam bahasa inggris, management artinya pengelolaan atau ketatalaksanaan.

Terlepas dari hal tersebut, banyak orang yang mengartikan manajemen menurut versi mereka sendiri. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Pengertian Manajemen Secara Umum

Pengertian-Manajemen-Secara-Umum

Pada umumnya manajemen sering diartikan sebagai mengatur. Dalam organisasi, pengaturan yang dimaksud adalah penyusunan rencana, pengendalian, pengawasan, dan hal lainnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Begitu pula dalam suatu perusahaan. Adanya manajemen yang baik akan membuat target dan tujuan perusahaan tercapai. Karena itulah manajemen menjadi hal yang harus ada di semua jenis organisasi.

Apabila diartikan mengatur, maka manajemen sudah ada sejak lama dan tidak hanya berlaku pada organisasi atau perusahaan saja. Namun berlaku pula pada diri sendiri dan hubungan antara diri sendiri dengan orang lain.

Contohnya saja pada pengaturan waktu yang sering disebut dengan manajemen waktu. Semakin bagus seseorang memanajemen waktu mereka, semakin berkualitas hidup mereka. Semua target dan tujuan bisa terealisasi satu per satu.

Jadi kini sudah tahu bukan? Manajemen itu merupakan pengaturan, perencanaan, penyusunan yang bertujuan untuk mencapai suatu hal yang telah ditargetkan. Dalam melakukan pengaturan atau perencanaan yang dimaksud, perlu efektif menggunakan sumber daya yang ada.

Pemahaman tentang manajemen akan lebih dalam jika membaca pengertian menurut para ahli yang akan dijelaskan di bawah ini.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian manajemen tergolong sangat luas sehingga wajar saja para ahli memiliki definisi khusus terkait manajemen. Berikut definisi menurut para ahli yang dimaksud.

Pengertian-Manajemen-Menurut-Para-Ahli

1. Harold Kontz & Cyril O’donnel

Menurut Harold Kontz dan Cyril, manajemen merupakan usaha mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan yang dilakukan orang lain. Jika dalam perusahaan begini penerapannya, manajer mengkoordinasikan semua kegiatan yang ada seperti perencanaan, penggerakan pengorganisasian, dan pengendalian.

Dengan begitu, semua kegiatan dalam pencapaian target bisa dikoordinasikan dan diselesaikan dengan efektif dan efisien melalui orang lain. Orang lain yang dimaksud disini sering disebut dengan sumber daya manusia.

2. Mary Parker Follet

Menurut Mary Parker, manajemen itu merupakan suatu proses karena dalam pelaksanaannya terdapat banyak kegiatan yang mesti dilakukan, seperti kegiatan merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengawasi. Keempat kegiatan tersebut saling terpadu dan tidak dapat dipisah.

3. Ricky W. Griffin

Ricky Griffin menyatakan bahwa manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, mengkoordinasi, dan mengontrol sumber daya dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran dengan efektif dan efisien.

Maksud dari efektif adalah tujuan bisa dicapai sesuai dengan yang telah direncanakan. Sementara efisien maksudnya adalah pekerjaan dilaksanakan dengan baik, benar, terorganisi, dan tentunya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

4. Van Fleet dan Peterson

Menurut Fleet dan Peterson, manajemen adalah serangkaian kegiatan yang lebih diarahkan ke pemanfaatan sumber daya dengan efektif dan efesian untuk mengejar satu tujuan atau lebih.

5. Kreitner

Kreitner mendefinisikan manajemen sebagai proses pemecahan masalah dengan efektif melalui efisiensi dalam penggunaan sumber daya sehingga nantinya tujuan bisa tercapai.

6. Megginson, Mosley, dan Pietri

Menurut Megginson, Pietri, dan Mosley, manajemen adalah bekerja dengan memanfaatkan keuangan, SDM, dan fisik untuk bisa menggapai tujuan organisasi. Hal yang dilakukan untuk memaksimalkan sumber daya yaitu dengan membuat perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian fungsi.

7. FW Taylor

FW Taylor mendefinisikan manajemen sebagai suatu seni dalam mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, kapan dilakukan, dan semua harus dilakukan dengan cara terbaik.

Dari beberapa pengertian para ahli di atas, bisa diketahui bahwa manajemen itu dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan dan dilakukan oleh banyak orang yang telah dikoordinir. Agar bisa lebih paham, disarankan membaca ulasan tentang fungsi manajemen berikut ini.

Fungsi Manajemen

Fungsi-Manajemen

Menurut Ricky W. Griffin, ada empat  fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan dan implementasi, serta fungsi pengawasan dan pengendalian.

Namun menurut Henry Fayol, ada lima fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi perintah, fungsi pengkoordinasian, dan fungsi pengendalian. Untuk fungsi perintah dan pengkoordinasian biasanya disamakan dengan fungsi pengarahan. Sehingga ada empat fungsi manajemen yang penjelasannya ada di bawah ini.

 1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan penyusunan strategi atau cara yang ditujukan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Adanya perencanaan membuat pelaksanaan suatu kegiatan menjadi lebih lancar. Bisa juga dikatakan sebagai acuan dalam bekerja. Jadi nantinya perencanaan bisa dijadikan dasar penilaian hasil kerja.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan proses penerapan rencana dengan memberikan perintah, mengalokasikan sumber daya, dan mengatur kegiatan pada suatu kelompok atau individu. Jadi dari rencana yang telah ditetapkan, akan dibuat suatu kelompok dengan berbagai sumber daya.

Anggota dalam kelompok ini nanti akan diberi tugas sesuai dengan kemampuan mereka terkait rencana yang telah ditetapkan. Dalam perusahaan, akan ada manajer yang akan membagikan tugas dan mengawasi kinerja bawahan.

3. Pemberian motivasi (Motivating)

Fungsi selanjutnya adalah sebagai pemberian motivasi. Adanya pengarahan dan motivasi membuat karyawan lebih bersemangat saat menjalankan tugas serta kewajibannya. Dengan begitu perencanaan bisa berjalan lancar dan tujuan bisa tercapai secara maksimal.

Dalam fungsi pemberian motivasi, manajer biasanya akan membimbing dan menuntun karyawan dengan baik. Proses bimbingan pun diselingi dengan pemberian motivasi yang mampu memantik semangat para karyawan.

4. Pengawasan (Controlling)

Fungsi manajemen yang terakhir adalah sebagai pengawasan atau pengendalian atau controlling.  Maksudnya yaitu adanya proses pengawasan dari semua kegiatan yang dikerjakan. Jadi semua kegiatan akan dikontrol dan diawasi agar bisa berjalan sesuai yang telah direncanakan meskipun ada aral melintang.

Dalam pengendalian atau pengawasan biasanya terdapat kegiatan utama yaitu menentukan standar prestasi  dan menggunakannya sebagai pembanding atas prestasi yang telah diraih selama ini. Nanti jika prestasi atau hasil tidak sesuai dengan standar prestasi maka akan segera dilakukan perbaikan.

Unsur Manajemen

Unsur manajemen sangat penting karena menjadi hal yang mendasari berjalannya sebuah manajemen. Tanpa unsur-unsur manajemen, semua akan berhenti di tempat, tidak akan berjalan. Berikut penjelasan mengenai unsur yang biasa disingkat dengan 6M (man, money, materials, machines, method, market).

Unsur-Manajemen

1. Man (manusia / SDM)

Unsur yang pertama adalah manusia atau bisa disebut dengan SDM (Sumber Daya Manusia). Unsur satu ini sangat penting karena tanpa manusia, semua hal tidak akan berjalan. Semua proses, dari perencanaan hingga prosuksi juga dilakukan oleh manusia. Jadi bisa dibayangkan betapa penting perannya.

2. Money (uang)

Uang tidak bisa terlepas dari kehidupan. Apalagi di dalam manajemen. Agar suatu perusahaan atau organisasi bisa berjalan, butuh yang namanya uang. Tanpa uang, semua tidak dapat dikerjakan. Jadi uang sangat diperlukan. Selain itu uang juga perlu dikelola dengan baik agar tujuan yang telah ditentukan bisa tercapai.

3. Machines (mesin)

Mesin sangat penting. Dengan mesin, proses produksi bisa berjalan lebih cepat dan tentunya minim kesalahan. Berbeda jika hanya dilakukan oleh keterampilan seseorang. Meskipun terampil, proses produksi tetap akan kalah cepat dan kalah akurat dari mesin. Jadi sejauh ini banyak perusahaan yang lebih mengandalkan mesin daripada tenaga manusia dalam proses produksi.

4. Materials (bahan)

Tanpa adanya bahan baku, apa yang akan diproduksi? Jawabannya tentu tidak ada. Bahan baku menjadi hal yang sangat vital dalam keberlangsungan suatu perusahaan. Karena itulah keberadaan unsur ini selalu menjadi bahan pertimbangan utama saat menyusun perencanaan dan tujuan.

5. Methods (metode)

Metode merupakan sebuah cara bersistem yang biasanya digunakan oleh seseorang atau kelompok dalam melaksankan kegiatan sehingga tujuan menjadi lebih mudah dicapai. Dalam perusahaan, metode-metode akan ditetapkan dalam SOP (Standard Operating Procedure).  Dengan berpedoman SOP, tugas dan tanggung jawab pekerjaan diharap bisa berjalan dengan baik.

6. Market (pasar)

Pemasaran memang terlihat tak sepenting sumber daya manusia, bahan baku, ataupun uang. Namun perlu diketahui bahwa semua proses produksi akan sia-sia jika barang yang diproduksi tidak laku di pasaran. Karena itulah pemasaran masuk dalam salah satu unsur manajemen. Pemasaran produk harus dilakukan sebaik mungkin jika ingin tujuan perusahaan tercapai.

Tujuan dalam Manajemen dari Berbagai Sudut

Tujuan-Manajemen-dari-Berbagai-Sudut

Di dalam manajemen tentu ada tujuan. Tujuannya ternyata sangat banyak. Berikut penjelasan tentang tujuan dalam manajemen yang dibagi dalam beberapa sudut.

1. Berdasarkan tipe organisasi

  1. Jika didasarkan pada tipe organisasi, ada beberapa tujuan manajemen, yaitu:
  2. Untuk mendapatkan laba bagi pemiliknya (profit objectives)
  3. Untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi para konsumen (service objective)
  4. Untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat (social objective)
  5. Untuk memberikan kepuasan bekerja pada karyawan atau pekerja (personal objectives)

2. Berdasarkan prioritas

  • Berdasarkan prioritas, manajemen ditujukan untuk berbagai kelompok sasaran berikut.
  • Sasaran sosial
  • Sasaran individual
  • Sasaran primer
  • Sasaran sekunder

3. Berdasarkan jangka waktu

  1. Jika didasarkan pada jangka waktu, manajemen memiliki berbagai tujuan berikut
  2. Tujuan jangka pendek
  3. Tujuan jangka menengah
  4. Tujuan jangka panjang

4. Berdasarkan bidang

  1. Jika didasarkan pada bidangnya, ada beberapa tujuan manajemen yang bisa dibentuk, yaitu
  2. Tujuan umum yang berhubungan dengan beberapa bidang sekaligus (top level objective)
  3. Tujuan yang berhubungan dengan modal (finance objective)
  4. Tujuan yang berhubungan dengan bidang produksi (production objective)
  5. Tujuan yang berhubungan dengan pemasaran (marketing objective)
  6. Tujaun yang berhubungan dengan tata usaha (office objective)

5. Berdasarkan motif

  1. Tujuan manajemen juga dibagi menjadi 3 berdasarkan motif, yang antara lain adalah
  2. Tujuan manajemen berdasarkan peraturan perundang-undangan jadi wajib dicapai (public objective)
  3. Tujuan yang didasarkan pada ADRT dan ketentuan organisasi lainnya (organizational objectives)
  4. Tujuan individu yang masih ada hubungannya dengan organisasi (personal objective)

 

Tujuan Manajemen

tujuan-manajemen

Jika ulasan di atas membahas tentang tujuan yang biasanya dicantumkan dalam manajemen, kini akan dibahas tentang tujuan adanya manajemen. Jadi manajemen ada karena tujuan berikut.

1. Melaksanakan strategi

Adanya manajemen mampu membuat suatu perusahaan atau organisasi bisa melaksanakan strategi dengan efektif dan efisien. Berlaku pula untuk evaluasi. Strategi bisa dievaluasi dengan baik berkat adanya manajemen.

2. Meninjau kinerja

Kinerja usatu organisasi atau perusahaan bisa ditinjau dengan adanya manajemen. Pihak yang telah ditentukan akan melakukan koreksi dan penyesuaian semisal ada hal yang berjalan tidak sesuai rencana.

3. Memperbarui strategi

Dengan adanya manajemen, strategi senantiasa diganti dan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan lingkungan di sekitar. Jadi semua akan menjadi lebih baik.

4. Meninjau beberapa hal

Keberadaan manajemen sangat berguna dalam meninjau kembali apa kelebihan, kekuatan, kekurangan, dan kelemahan dari produk yang dikeluarkan. Tidak hanya itu, biasanya bisa juga membaca peluang yang ada dan ancaman yang mungkin datang.

5. Melakukan inovasi

Dalam suatu perusahaan, inovasi itu sangat penting. Dengan adanya manajemen, sebuah perusahaan akan selalu mendapat inovasi-inovasi terbaru hasil gagasan sumber daya manusia yang dipekerjakan.

 

14 Prinsip Manajemen

Terdapat 14 prinsip manajemen hasil riset Henry Fayol. Prinsip ini digunakan untuk pedoman saat mengambil keputusan. Prinsip yang dimaksud antara lain yaitu

Prinsip-Manajemen

1. Division of work (pembagian kerja)

Maksud dari prinsip ini adalah pembagian kerja harus sesuai dengan ketrampilan atau keahliann pekerja. Tujuannya agar proses produksi menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien.

2. Author and responbility  (otoritas dan tanggung jawab)

Dalam organisasi atau perusahaan, adanya otoritas dan tanggung jawab sangat mempengaruhi keberhasilan. Kewenangan akan membuat seseorang memiliki hak untuk mengatur orang lain, dalam hal ini atasan mengatur bawahan. Aturan yang diterapkan pun tidak semena-mena. Semata-mata dilakukan karena bertanggung jawab atas pencapaian sebuah tujuan.

3. Discipline (disiplin)

Disiplin merupakan hal yang wajib ada dalam setiap kegiatan, termasuk dalam manajemen. Disiplin sangat mempengaruhi hasil kinerja seseorang ataupun kelompok.

4. Unity of Command (kesatuan komando)

Maksud dari prinsip ini adalah setiap kegiatan yang dilakukan berpusat pada satu komando saja. Tujuannya agar hal yang dikerjakan terhindar dari kesalahan. Contoh bepusat pada satu komando yaitu karyawan yang mempertanggung jawabkan pekerjaannya pada satu manajer saja.

5. Unity of Direction (kesatuan arah)

Kesatuan arah akan lebih mudah jika disebut dengan satu tujuan. Jadi antara karyawan satu dan lainnya memiliki tujuan yang sama. Manajer yang akan memantau perkembangannya, sehingga semua tujuan bisa tercapai.

6. Subordination of Individual Interest (subordinasi kepentingan individu)

Prinsip ini mengharuskan para karyawan lebih mementingkan kepentingan kelompok atau organisasi dibanding kepentingan individu. Adanya hal ini membuat organisasi bisa berfungsi dan berjalan dengan baik.

7. Remuneration (pemberian upah)

Siapapun akan lebih semangat jika mendapatkan gaji yang sesuai dengan kinerja. Maka dari itu perlu penerapan prinsip remuneration. Pemberian gaji atau upah yang dimaksud tidak hanya berupa uang, tapi dalam bentuk lain seperti pujian, pemberian tanggung jawab lebih, dan lain sebagainya. Intinya karyawan harus dihargai dan diperlakukan dengan baik sesuai jasanya.

8. The Degree of Centralization (pemusatan)

Maksudnya adalah pengambilan keputusan harus diproses secara seimbang. Selama ini proses pengambilan keputusan ada dua cara yaitu hanya diputuskan oleh manajemen puncak atau melibatkan manajemen menengah ke bawah. Hal tersebut sah-sah saja asal aberda keseimbangan yang baik.

9. Scalar Chain (hierarki)

Hierarki merupakan urutan tingkatan wewenang dalam organisasi dari yang paling atas hingga yang paling bawah. Dengan adanya heirarki, para karyawan menjadi tahu dia mendapat perintah dari siapa dan kemana harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya.

10. Order (tertib)

Dalam manajemen ada tata tertib yang harus dipatuhi setiap karyawan. Ketertiban akan membuat lingkungan kerja lebih nyaman, rapi, dan aman.

11. Equity (keadilan)

Karyawan harus diperlakukan secara adil. Tidak boleh ada atasan yang memihak pada salah satu karyawan. Jadi semuanya diperlakukan setara, tidak dibeda-bedakan. Jika ada yang melakukan kesalah, maka harus ditegur atau mendapat konsekuensi sesuai ketentuan.

12. Stability of tenure (stabilitas kondisi karyawan)

Maksud dari prinsip ini adalah karyawan harus ditempatkan sesuai keahliannya di waktu dan tempat yang tepat. Adanya perubahan posisi karyawan harus diminimalisir dan dikelola sebaik mungkin.

13. Initiative (inisiatif)

Inisiatif tidak hanya bersumber dari atasan saja, tapi dari seluruh karyawan sehingga nantinya muncul banyak ide baru yang mampu memajukan perusahaan ataupun organisasi. Jadi prinsip ini mengharuskan perusahaan mengizinkan karyawan berpendapat dan mengungkapkan inovasi terbarunya.

14. Esprit de Corps (semangat kesatuan)

Prinsip satu ini akan membentuk suasana yang saling percaya antar karyawan. Biasanya diwujudkan dalam bentuk pengembangan moral karyawan. Karyawan akan diarahkan ke hal baik dalam berkomunikasi dan berkerjasama sehingga akan terwujud suasana yang nyaman dan penuh pengertian.

 

Jenis Manajemen

Jenis-Manajemen

Manajemen dibuat dengan tujuan khusus. Karena itulah manajemen terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan tujuan spesifiknya. Berikut jenis manajemen yang dimaksud.

1. Manajemen Produksi

Manajemen produksi diberi tanggung jawab di bagian produksi. Tim manajemen produksi paling tidak harus bisa menghasilkan produk yang bermutu secara efektif dan efisien. Biasanya tugas mereka tidak hanya tentang proses produksi, tapi juga tentang pemilihan lokasi produksi, tekni produksi, dan lain sebagainya.

2. Manajemen SDM

Manajemen Sumber Daya Manusia akan memilih karyawan terbaik agar tujuan organisasi atau perusahaan bisa tercapai. Manajemen SDM juga sangat berperan dalam  pengembangan kinerja karyawan dan perencanaan jenjang karir karyawan. Jadi mereka akan berusaha memaksimalkan kemampuan karyawan.

3. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran memiliki tanggung jawab di bagian pemasaran produk. Mereka harus mengetahui kondisi lapangan dan memutuskan strategi pemasaran apa yang hendak digunakan. Prediksi penjualan, kebijakan harga pasar, dan tuntutan konsumen juga menjadi hal yang harus mereka urus.

4. Manajemen Keuangan

Keuangan menjadi hal vital dalam keberlangsungan suatu perusahaan. Tim manajemen keuangan wajib merencanakan, mengelola, dan mengendalikan anggaran sebaik mungkin. Maka dari itu tim manajemen keuangan harus dipilih yang benar-benar kompeten dan jujur, sehinga nantinya tujuan yang berhubungan dengan perekonomian bisa tercapai.

5. Manajemen Waktu

Manajemen satu ini berhubungan dengan waktu. Jadi harus ada agenda sebaik mungkin sehingga waktu tidak terbuang sia-sia dan produktivitas meningkat. Di setiap perusahaan, manajemen waktu biasanya dilakukan oleh setiap tim. Jadi tidak dibuat terpisah.

6. Manajemen Strategi

Untuk mencapai tujuan, sangat diperlukan strategi. Dengan begitu peran manajemen strategi sangat lah penting. Manajemen strategi nantinya wajib merencanakan target perusahaan, mengembangkan kebijakan, merencanakan dan mengalokasikan sumber daya, dan masih banyak lainnya.

7. Manajemen Administrasi Perkantoran

Jenis manajemen ini berhubungan dengan informasi tentang administrasi. Administrasi sangat melancarkan setiap kegiatan jadi tidak boleh disepelekan.

8. Manajemen Proses

Manajemen proses memiliki tanggung jawab dalam membuat proses, menghapus proses, serta memastikan kelengkapan mekanisme dalam sinkronasi proses, komunikasi proses, dan pengendalian deadlock.

9. Manajemen Resiko

Adanya manajemen resiko bisa meminimalisir resiko yang ada seperti kerugian potensial. Manajemen resiko nantinya akan mengevaluasi kerugian potensial dan mencari metode pengelolaan yang tepat untuk menanganinya.

10. Manajemen Stres

Bertujuan untuk mengatasi gangguan mental dan emosional yang dialami karyawan, sehingga para karyawan bisa menjalankan tugas dengan baik. Manajemen stress biasanya masuk dalam manajemen SDM, tapi bisa juga berdiri sendiri.

 

Contoh Manajemen

Manajemen tidak hanya ditemukan dalam organisasi besar atau perusahaan, tapi bisa ditemukan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh penerapan manajemen.

1. Kehidupan Individu

Contoh-Manajemen-Kehidupan-individu

Sebenarnya manajemen telah diterapkan setiap orang secara sadar ataupun tidak. Contohnya saja di kehidupan sehari-hari, seseorang pasti akan mengatur kegiatannya dari bangun tidur hingga tidur lagi, merencanakan pula apa yang akan dilakukan beberap hari ke depan. Hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai manajemen.

2. Kehidupan Keluarga

Contoh-Manajemen-Kehidupan-Keluarga

Dalam berumah tangga pun tak terlepas dari manajemen. Seorang ibu yang mengatur keuangan keluarga bisa dikatakan sebagai manajer keuangan. Kegiatan lain juga berhubungan dengan jenis manajamen lainnya jadi manajemen benar-benar diterapkan dalam kehidupan keluarga.

3. Kehidupan Masyarakat

Contoh-Manajemen-Kehidupan-Masyarakat

Jika berhubungan dengan masyarakat maka sudah menyangkut organisasi khusus. Jadi jelas menerapkan manajemen. Contohnya saja adalah adanya ketua RT, RW, kepala desa, dan seterusnya. Mereka diberi tugas dan tanggung jawab untuk mengarahkan masyarakat ke hal-hal benar yang membuat desa lebih maju.

4. Perusahaan

Contoh-Manajemen-Kehidupan-DiPerusahaan

Contoh dalam perusahaan sudah sangat jelas. Di dalam perusahaan ada bidang SDM, bidang pemasaran, produksi, keuangan, dan masih banyak lainnya. Setiap manajer di bidang tersebut akan mengarahkan dan memastikan karyawan bekerja sesuai perencanaan.

Dari penjelasan dan contoh di atas bisa diketahui bahwa pengertian manajemen adalah pengaturan, perencanaan, penyusunan, dan pengelolaan yang bertujuan untuk mencapai suatu hal yang telah ditargetkan. Manajemen sangat berperan dalam tercapainya suatu tujuan jadi sellau ada di sektor kehidupan.

Demikian ulasan mengenai seni pengertian manajemen, fungsi, tujuan, prinsip, jenis, dan contohnya. Semoga bisa bermanfaat.

Baca juga:

Content Protection by DMCA.com