Logika adalah

Posted on

VOI.Co.Id –  Untuk memecahkan sebuah masalah dalam kehidupan, kita sering membicarakan masalah logika. Namun, banyak di antara kita yang masih belum memahami secara betul pengertian logika dan bagaimana logika bisa tercipta dalam kehidupan? Pada dasarnya logika adalah suatu hal, keputusan, pemecahan masalah yang berasal dari akal pikiran.

Tanpa disadari setiap orang pasti menggunakan logikanya untuk memecahkan suatu permasalahan. Logika sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan para ahli juga memberikan gagasannya mengenai pengertian logika.

Tak sampai di situ, logika juga memiliki suatu konsep, sejarah, beserta manfaat dalam kehidupan yang harus kita ketahui. Logika menjadi suatu pembahasan yang menarik untuk menambah wawasan.

Pengertian Logika

pengertian-logika

Secara umum pengertian logika adalah Hasil dari proses pemikiran akal manusia untuk mempertimbangkan suatu pernyataan dalam bentuk bahasa. Kata logika sendiri diambil dari bahasa yunani kuno yaitu ‘logos’ yang berarti masuk ke dalam cabang ilmu filsafat.

Nama lain dari logika yakni logike epistime, sedangkan bahasa latin logika adalah logica scientia yang berarti ilmu pengetahuan atau ilmu logika. Dalam hal ini, berarti logika ditujukan untuk mempelajari ilmu kecakapan dalam berpikir secara kritis, rasional, lurus, dan teratur.

Pengertian Logika Menurut Para Ahli

Pengertian-Logika-Menurut-Para-Ahli

Pada dasarnya manusia memiliki logika yang sama, namun mereka memiliki cara tersendiri untuk menggunakannya dalam memecahkan masalah. Para ahli telah mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian logika yang ditulis ulang dengan gaya bahasa berbeda, tanpa menghilangkan makna sebenarnya, seperti berikut:

1. Aristoteles

Menurut Aristoteles

Logika adalah suatu hal yang digunakan sebagai ajaran mengenai berpikir secara ilmiah dengan membicarakan bentuk pikiran itu sendiri dan hukum-hukum yang menguasai pemikiran tersebut.

2. Poespoprodjo, Ek. T. Gilarso

Menurut pendapat Poespoprodjo, Ek. T. Gilarso,

Logika dapat diartikan sebagai pembelajaran ilmu dari kecakapan menalar, serta berpikir dengan tepat.

3. Jan Hendrik Rapar

Menurut pendapat Jan Hendrik Rapar

Logika dapat diartikan sebagai sebuah pertimbangan akal pikiran yang diatur melalui kata dan dinyatakan dalam penggunaan bahasa.

4. Soekadijo

Menurut Soekadijo yang mengemukakan pandangannya mengenai logika yaitu,

Logika dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan nenalar.

5. William Alston

Menurut William Alston

Logika dapat diartikan sebagai studi mengenai kesimpulan, secara lebih cermat dalam usaha untuk memutuskan suatu ukuran-ukuran guna memisahkan penyimpulan yang sah dan tidak sah.

Sejarah Logika

sejarah-logika

logika sudah ada sejak zaman dahulu sehingga memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk diketahui. Berikut ini adalah uraian tentang sejarah asal muasal adanya logika,

Pada Masa Yunani Kuno

Filsuf pertama yunani yang memulai anaknya logika yaitu adalah Thales. Ia mencoba mencari tahu rahasia mengenai alam semesta berdasarkan akal pikiran yang dibuktikan. Bukan hanya mempercayai mitos, tahayul, atau dongeng yang diceritakan.

Thales berpendapat bahwa air merupakan prinsip atau asas utama tentang alam semesta. Selain itu, logika induktif juga diperkenalkan oleh Thales.

Setelah itu terdapat pula logika scientica, yaitu mempelajari atau mengenalkan logika sebagai ilmu pengetahuan. Logika dalam hal tersebut bisa dibilang dengan analitica/analitis

Abad Pertengahan dan Logika Modern

Buku-buku Aristoteles masih tetap dipergunakan untuk mencari pengetahuan tentang logika dari abad ke-9 hingga ke 15. Tetapi, St. Thomas Aquinas bersama dengan temannya mengadakan sistematis logika. Selanjutnya, Thomas Hobbes meneruskan logika dari Aristoteles secara murni. Sedangkan pada logika induktif dikembangkan oleh Francis Bacon.

Logika mengalami masa keemasan yang ditandai dengan terbitnya sebuah karya Principia Mathematica tiga jilid di tahun 1910-1913.

Matematika murni masuk pada kategori logika bersistematis. Hal ini dikarenakan logika matematika menggunakan pendekatan dengan metode ilmu ukur atau tanda dan simbol dari matematik itu sendiri. pada pengembangan logika yang menggunakan metode geometri dikenalkan oleh dua tokoh yaitu Galenus dan Sextus Empiricus.

Tujuan logika

tujuan-logika

Logika memiliki tujuan yang terdapat pada karakter bentuk logika itu sendiri. Pengertian logika sendiri memiliki tujuan untuk memelihara, mendidik, memelihara tetap mengembangkan pikiran untuk mengkaji sebuah objek. Adapun secara lebih jelas, tujuan dari logika adalah:

1. Untuk memelihara dan meningkatkan kajian dalam berpikir menggunakan dasar akal pikiran

2. Meluruskan akal pikiran tentang objek yang dikajinya agar jauh dari pengaruh yang menyesatkan

3. Untuk meningkatkan daya pikir teoritis, logis, dan praktis

4. Untuk bahan pengajaran manusia mengenai intelektual atau ilmu pengetahuan yang berasal dari pikiran ilmiah.

Manfaat Mempelajari Logika

Manfaat-logika

Dalam mempelajari logika, terdapat beberapa manfaat yang bisa kita peroleh diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan pemikiran yang abstrak menjadi lebih rasional, cermat, dan objektif
  2. Bisa meningkatkan kecerdasan otak secara otomatis, serta meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan mandiri
  3. Membekali diri dalam berpikir memecahkan sebuah masalah dari suatu peristiwa yang terjadi
  4. Meningkatkan kemampuan menganalisis
  5. Meningkatkan rasa cinta akan kebenaran
  6. Terhindar dari berbagai pikiran yang keliru dan yang tidak sesuai dengan faktanya

Hubungan Logika Modern Dan Tradisional

Hubungan-Logika-Modern-Dan-Tradisional

Berpikir secara logis atau menggunakan logika terbagi menjadi dua, yaitu logika modern dan logika tradisional. Kedua pembagian logika tersebut sangat berhubungan, bahkan bisa dibilang mirip.

Logika modern juga lebih dikenal dengan sebutan logika simbolik, hal tersebut dikarenakan terdapat banyak tanda atau simbol matematika pada logika. Logika tersebut membuat seseorang harus memahami pembahasan mengenai hubungan dari tanda-tanda yang ada. Namun, secara realita yang sering terjadi, bahwa pembahasan tersebut tidak bisa ditangkap secara utuh dan tepat menggunakan simbol matematika.

Logika tradisional lebih sering membahas mengenai definisi, konsep, struktur, dan susunan dari suatu hal yang berkaitan dengan nalar dan pikiran. Hal tersebut dilakukan guna mencari pernyataan yang benar dan sesuai dengan realitas.

Hubungan kedua logika ini menciptakan keselarasan untuk mengetahui kebenaran yang sesuai. Sehingga kita tidak mudah tertipu dengan isu yang tidak jelas. Bukan hanya itu, jika kita mampu menghubungkan logika modern dan tradisional akan lebih mudah mendapatkan pembuktian dari fakta tersebut.

Jenis-jenis Logika

jenis-jenis-logika

Logika terbagi menjadi beberapa jenis yang harus kita ketahui diantaranya adalah:

1. Logika Formal

Logika formal adalah logika dengan menggunakan sebuah pemikiran yang dianggap tradisional atau sebagai logika filosofis. Hal ini berkaitan tentang cara studi kesimpulan dengan eksplisit murni serta konten formal. Pernyataan yang dibentuk dinyatakan dalam peraturan yang masih dianggap abstrak sepenuhnya.

Dalam hal ini, aturan yang ada pada logika formal berkaitan dengan pernyataan dari Aristoteles. Sistem formal yang disebut dengan kalkulus logis dapat membuat kesimpulan atau suatu ekspresi yang menghasilkan lebih dari satu ungkapan atau menciptakan premis lainnya.

Teori filosofis menyatakan bahwa formal isma adalah sebuah pernyataan formal (yang logis/secara matematis) tidak mempunyai makna intrinsik di dalamnya. Melainkan sebuah simbol yang ada, digunakan sebagai suatu identitas dari bentuk yang memiliki aplikasi bermanfaat.

2. Logika Informal

Logika informal adalah ilmu logika yang mempelajari sebuah argumen dengan menggunakan bahasa alami. Ilmu disiplin yang satu ini sering dikenal dengan sebutan informal logic. Dalam hal ini, penggunaan dan pengembangan logika lebih terfokus pada penilaian, analisis, serta penalaran dalam bahasa sehari-hari.

Adapun maksud dari bahasa alami di sini adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk menjalin sebuah komunikasi untuk memperoleh tujuan umum, baik bahasa yang diucapkan maupun bahasa yang ditulis. Lain halnya dengan logika formal yang menggunakan bahasa formal pemograman pada komputer, atau pada bahasa seperti bahasa Esperanto.

Pada dasarnya, logika formal digunakan sebagai penalaran dari argumen seseorang dalam bentuk perdebatan tentang politik, periklanan, komentar sosial, argumen hukum, dan bentuk pertukaran pribadi lainnya yang biasanya terdapat pada media massa di surat kabar, internet, televisi, dan lain sebagainya.

3. Logika Simbolis

logika simbolik merupakan logika yang memiliki kaitan dengan pembahasan mengenai abstraksi simbolis. Dalam hal ini, hubungan yang akan terjadi bila bertemu dengan hubungan simbol lainnya. Sehingga dalam memecahkan masalah yang cukup sulit dipahami yakni dengan menggunakan kalkulus matematika kompleks. Berdasarkan sub cabangnya, logika simbolis terbagi menjadi dua diantaranya adalah,

  • Predicate Logic

Predicate Logic merupakan sebuah sistem yang ada pada variabel terukur, yang didalamnya terdapat formula tersebut.

  • Logika Proposisional

Logika Proposisional atau yang sering disebut dengan logika sentensial merupakan salah satu sistem yang menjadi bagian dalam formula untuk mewakilkan proposisi yang tidak dibentuk dari penggunaan penghubung logis dari penggabungan proposisi atomik

4. Logika Matematika

Logika matematika yang dilakukan cenderung ke arah teknik penerapan matematika serta berdasarkan hasil analisis logika formal. Penggunaan awal logika matematika dan geometri sangat berkaitan dengan logika dan filsafat yang ada pada zaman Yunani Kuno seperti pada tokoh, Aristoteles, Euclid dan Plato.

Pada masa itu, tepatnya di tahun 1940 terdapat karya Alan Turing (1912 – 1954) terdapat ilmu komputer yang lahir. Serta berhubungan mengenai permasalahan Entscheidung, yang diikuti oleh teori dari Kurt Gödel (1906 – 1978) dari ketidaklengkapan teoremanya.

Berdasarkan hasil riset para ahli ditahun 1950-1960 an menyatakan bahwa diperkirakan manusia dapat mengekspresikan pengetahuannya melalui logika notasi matematika. Hal itulah yang membuat manusia menciptakan mesin dengan kecerdasan buatan tidak mustahil. Meskipun pada realitanya, hal itu lebih sulit dari yang diharapkan kompleksitas penalaran yang dimiliki seorang manusia.

Dasar Logika

dasar-logika

Berdasarkan konsep dasar logika yang menyatakan bahwa argumen bukanlah penentu kesahihan atau validitas dari argumen tersebut, melainkan berdasarkan bentuk logisnya. Sehingga logika dijadikan sebuah alat untuk menganalisis gagasan atau argumen, dengan pembuktian dan penghubung kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, terdapat dasar nalar logika yang diantaranya adalah,

1. Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif adalah nalar yang berdasarkan premis, dan peraturan umum untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang terbukti. Penalaran induktif ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membangun sebuah argumen, serta kesimpulan yang logis.

2. Penalaran Induktif

Penalaran Induktif adalah penalaran yang dimulai dari beberapa rangkaian fakta khusus, yang pada akhirnya terdapat kesimpulan bersifat umum.

Macam-macam Logika

Macam-macam-logika

Logika terbagi menggunakan dua macam, yaitu logika ilmiah dan logika alamiah. Berikut penjelasannya:

1. Logika Ilmiah

Logika ilmiah adalah logika yang menggunakan nalar manusia berdasarkan ketajaman kinerja akal Budi serta pikiran setiap manusia. Logika ini membuat akal bekerja lebih cepat, tepat, teliti, mudah dan aman. Sehingga ak pikiran manusia tetap sehat dalam berpikir.

2. Logika Alamiah

Logika alamiah merupakan logika yang menggunakan akal pikiran manusia, serta cara berpikir logis, di atas semua pengaruh keinginan dalam diri yang bersifat subjektif. Logika alamiah sudah tercipta pada diri manusia sejak lahir, dan bisa dipelajari untuk meningkatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian logika sangat penting untuk dipahami, dan diaplikasikan dalam kehidupan. Karena kehadiran logika sangat penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan. logika adalah ilmu atau gagasan dari pemikiran yang logis.

Itulah beberapa pembahasan mengenai pengertian logika, baik sejarah, tujuan, macam-macam logika dan lainnya yang harus dimengerti. Dengan adanya logika, maka peradaban manusia semakin baik dan tidak terpengaruh dengan berita atau pengertian palsu.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com