Pengertian Hak dan Kewajiban Adalah

Posted on

VOI.Co.Id – Hak dan kewajiban mempunyai hubungan yang sangat erat. Oleh sebab itu, tidak heran bila kedua kata ini sering disebutkan secara bersamaan. Sayangnya, meskipun hak dan kewajiban termasuk kata yang sangat familiar di telinga, masih ada saja orang yang sulit membedakan keduanya. Agar hal ini tidak terjadi lagi, setiap orang perlu memahami pengertian hak dan kewajiban dengan baik.

Selain untuk menambah pengetahuan, pemahaman ini juga diharapkan dapat membuat masing-masing individu menjalankan hak dan kewajibannya dengan seimbang. Jadi ke depannya, tidak ada lagi yang namanya penuntutan hak secara berlebihan sementara kewajiban tidak dilaksanakan. Berikut ini akan disampaikan mengenai pengertian hak dan kewajiban, beserta hal lain yang masih berkaitan dengan dua istilah tersebut. Yuk disimak.

Pengertian Hak dan Kewajiban Secara Umum

Pengertian Hak dan Kewajiban

 

Secara umum, hak berarti hal-hal yang didapatkan seseorang, di mana orang tersebut bebas untuk menggunakannya karena sudah menjadi miliknya. Selain itu, hak juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang mutlak yang dimiliki oleh masing-masing orang sejak lahir yang penggunaannya tergantung pada orang yang bersangkutan. Definisi lain mengenai hak ialah berbagai hal yang diperoleh pihak tertentu akibat kondisi tertentu pula.

Sementara itu, kewajiban merupakan sesuatu yang wajib dan harus dilakukan. Dalam kalimat yang lebih panjang, kewajiban itu ialah suatu perbuatan yang wajib dilakukan atau dilaksanakan oleh seseorang sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawabnya atas suatu masalah tertentu.

Kewajiban juga dapat dianggap sebagai suatu hal yang wajib dilakukan oleh seseorang supaya dia mendapatkan hak, atau sebaliknya dia wajib melakukannya karena sudah memperoleh haknya. Pengertian yang satu ini seringkali dihubungkan dengan pekerjaan di mana hak akan diperoleh setelah melaksanakan kewajiban. Adapun hak yang dimaksud dalam hal ini ialah upah atau gaji atau honor.

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut KBBI

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut KBBI

Dalam KBBI, hak dan kewajiban juga disebutkan dengan arti yang berbeda. Hak menurut KBBI ialah kekuasaan untuk berbuat karena sudah ditentukan oleh aturan tertentu atau undang-undang, kewenangan dan juga kekuasaan yang benar atas sesuatu ataupun untuk menuntut sesuatu. Sedangkan kewajiban, menurut KBBI ialah suatu keharusan atau sesuatu yang wajib dilakukan.

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Para Ahli

Pengertian Hak dan Kewajiban Menurut Para Ahli

Melihat pada pengertian hak serta kewajiban menurut KBBI dan secara umum di atas, tentu dua kata ini sudah bisa dipahami. Namun, untuk menambah pemahaman, sebaiknya lihatlah pula bagaimana pendapat para ahli. Adapun pengertian hak dan kewajiban menurut para ahli di antaranya ialah sebagai berikut.

Pengertian Hak Menurut Para Ahli

1. Menurut Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto membagi hak menjadi dua bagian yakni hak relatif atau hak searah dan hak absolut atau hak jamak arah.

  • Hak relatif atau hak searah ialah hak yang terdapat dalam perjanjian atau hukum perikatan, contohnya hak untuk menagih.
  • Hak absolut atau hak jamak arah, dapat terdiri atas hak atas objek immaterial (misalnya hak paten, hak merek dan hak cipta), hak kekeluargaan (misalnya hak suami, hak istri, hak anak dan hak orang tua), hak kepribadian (misalnya hak kebebasan dan hak hidup) dan hak dalam Hukum Tata Negara atau HTN

2. Menurut Prof. Dr. Notonegoro

Prof. Dr. Notonegoro menyebutkan bahwa hak ialah wewenang untuk melakukan sesuatu atau menerima sesuatu yang sudah semestinya dilakukan atau diterima secara terus menerus oleh suatu pihak tertentu serta tidak diperoleh pihak lain yang pada prinsipnya bisa dituntut paksa olehnya

3. Menurut John Salmond

John Salmond menjelaskan bahwa terdapat 4 definisi mengenai hak, yakni hak dalam arti yang sempit, hak kemerdekaan, hak kekuasaan serta hak imunitas atau hak kekebalan.

  • Hak dalam arti yang sempit akan berpasangan dengan kewajiban, misalnya hak yang ada pada seseorang yang berstatus sebagai pemilik, hak yang tertuju pada pihak lain di mana pihak lain ini adalah pemegang kewajiban, hak bisa mempunyai objek yang muncul dari omission dan commission, hak mempunyai judul dan lain sebagainya
  • Hak kemerdekaan ialah hak yang memberikan kebebasan pada seseorang guna melakukan suatu aktifitas yang diberikan oleh hukum tetapi tidak untuk melanggar, mengganggu maupun melanggar hak orang lain serta pembebasan dari hak orang lain
  • Hak kekuasaan yakni hak yang diberikan untuk melalui jalur hukum kaitannya dengan mengubah hak, kewajiban, pertanggung jawaban serta hal-hal lain dalam hukum
  • Hak imunitas atau kekebalan yakni hak untuk kemudian dibebaskan dari kuasa hukum orang lain

4. Menurut Curzon

Curzon membagi hak ke dalam 5 kelompok yakni hak sempurna, hak utama, hak publik, hak positif dan hak milik.

  • Hak sempurna ialah hak yang bisa dipaksakan serta dilaksanakan dengan melalui hukum
  • Hak utama ialah hak yang kemudian diperluas oleh hak lain sebagai pelengkap hak utama
  • Hak publik ialah hak yang terdapat pada masyarakat, seseorang, negara serta hak perdata
  • Hak positif ialah hak yang bersifat menuntut agar dilakukan suatu perbuatan
  • Hak milik ialah hak yang ada hubungannya dengan barang

Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

1. Menurut Curzon

Sama seperti hak, Curzon juga membagi kewajiban menjadi 5 kelompok yakni kewajiban mutlak, kewajiban primer, kewajiban umum, kewajiban positif dan kewajiban publik.

  • Kewajiban mutlak ialah kewajiban yang tertuju pada diri pribadi sehingga tidak berpasangan dengan hak
  • Kewajiban primer ialah kewajiban yang tidak muncul sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum
  • Kewajiban umum atau kewajiban universal ialah kewajiban yang ditujukan pada segenap warga negara maupun golongan tertentu secara umum
  • Kewajiban positif ialah kewajiban yang menginginkan agar dilakukannya sesuatu
  • Kewajiban publik ialah kewajiban untuk mematuhi hak publik

2. Menurut Prof. Dr. Notonegoro

Prof. Dr. Notonegoro menjelaskan bahwa kewajiban itu merupakan beban untuk memberikan suatu hal yang seharusnya dibiarkan saja atau diberikan terus menerus oleh suatu pihak, atau dengan kata lain kewajiban itu merupakan sesuatu yang harus dilakukan

Perbedaan Hak dan Kewajiban

Perbedaan Hak dan Kewajiban

Perbedaan hak dan kewajiban sebenarnya sudah terlihat dari pengertiannya di atas, di mana di antaranya ialah hak mengacu pada sesuatu yang diterima dan kewajiban mengacu pada hal-hal yang harus dilakukan. Namun, jika hendak dirinci lebih jauh lagi, maka perbedaan di antara keduanya kurang lebih ada 5 poin, yakni sebagai berikut.

1. Perbedaan Pada Fungsinya

Perbedaan antara hak dan kewajiban yang pertama tampak pada fungsinya. Dalam hal ini, hak mempunyai fungsi sebagai imbalan atau hadiah atas kewajiban yang telah ditunaikan. Namun, ada juga jenis hak yang diperoleh meskipun orang yang bersangkutan tidak menjalankan kewajiban terlebih dahulu seperti hak untuk hidup, hak untuk memperoleh fasilitas tertentu, hak untuk bernafas dan lain-lain.

Sementara untuk fungsi kewajiban, ini adalah hal yang wajib dikatakan atau dilakukan. Apabila kewajiban ini telah dilaksanakan, maka orang yang bersangkutan akan mempunyai hak. Jadi, intinya adalah kewajiban dapat memunculkan hak yang istimewa.

2. Perbedaan Pada Targetnya atau Tujuannya

Hak dan kewajiban juga mempunyai perbedaan pada targetnya. Target hak ialah perorangan dan orang yang memperoleh hak tersebut bisa mempergunakannya untuk dirinya sendiri. Sementara untuk kewajiban, pada saat dilakukan juga turut mempengaruhi orang lain sehingga bukan pelakunya saja yang diuntungkan, namun orang lain juga.

3. Perbedaan Pada Segi Koneksi Terhadap Masyarakat

Dalam hal ini, hak merupakan tentang apa yang diperoleh seseorang dari masyarakat. Sementara kewajiban itu adalah tentang apa yang dikerjakan untuk masyarakat.

4. Perbedaan Pada Segi Hukum

Perbedaan antara hak dan kewajiban juga terdapat pada segi hukumnya. Hak bisa ditantang maupun dipertahankan oleh pengadilan, sementara kewajiban warga negara, itu adalah sesuatu yang tidak dapat ditantang oleh pengadilan.

5. Perbedaan Pada Segi Dasarnya

Mengenai segi dasar, hak itu didasarkan atas hak istimewa yang diberikan kepada seseorang. Sedangkan untuk kewajiban, ini didasarkan atas pertanggungjawaban dalam menjalankan tugas oleh individu.

Hubungan Hak dengan Kewajiban

Hubungan Hak dengan Kewajiban

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hubungan hak dan kewajiban itu sangatlah erat. Lebih tepatnya, keduanya mempunyai hubungan yang resiprokal atau timbal balik. Pandangan ini dinamakan dengan teori korelasi dan dianut terutama oleh pengikut utilitarianisme. Berdasarkan pada pendapat mereka, tiap-tiap kewajiban seseorang akan selalu berhubungan hak dengan orang lain dan begitu juga sebaliknya.

Contohnya, seorang pemilik rumah, dia mempunyai hak penuh untuk melakukan berbagai hal dalam rumah tersebut. Namun, hak ini juga bersifat terbatas mengingat tetangga juga mempunyai hak yang sama, dan tidak mau terganggu oleh perilakunya. Jadi, di sini jelas bahwa ada kewajiban bagi setiap pemilik rumah untuk melindungi hak orang lain (bisa dengan tidak mengganggu tetangganya dalam berbagai cara), walaupun yang ditempatinya itu adalah rumahnya sendiri.

Macam-Macam Hak dan Kewajiban

Apa Macam-Macam Hak dan Kewajiban

Masing-masing orang mempunyai hak serta kewajiban yang berbeda dan tergantung pada beberapa faktor, di antaranya ialah faktor kedudukan dalam masyarakat. Maka dari itu, hak dan kewajiban ini kemudian dibagi dalam beberapa macam. Adapun macam-macam hak dan kewajiban  tersebut ialah sebagai berikut.

1. Macam-Macam Hak

  • Hak Sosial dan Hak Individual

Hak sosial ialah hak yang di mana setiap anggota masyarakat memilikinya dan hal ini terkait dengan kepentingan bersama dalam suatu negara. Adapun hak individual ialah hak yang diperoleh masing-masing orang terhadap negara dan negara tidak boleh mengganggu siapapun untuk memperoleh hak-hak individunya

  • Hak Umum dan Hak Khusus

Hak umum disebut juga sebagai hak asasi manusia. Adapun pengertian hak asasi manusia atau hak umum  ialah hak yang semua manusia memilikinya tanpa terkecuali serta tanpa syarat tertentu pula. Sementara hak khusus ialah hak yang muncul akibat adanya peran khusus seseorang terhadap orang lain atau hak yang ada akibat adanya hubungan khusus antar sejumlah individu.

  • Hak Negatif dan Hak Positif

Hak negatif merupakan hak yang bersifat negatif apabila seseorang bebas memiliki atau melakukan sesuatu. Sedangkan hak positif ialah hak yang bersifat positif bila seseorang berbuat sesuatu terhadap orang lain.

  • Hak Moral dan Hak Legal

Hak moral ialah hak yang ikut berperan dalam struktur moral dan biasanya didasarkan pada peraturan moral di kalangan masyarakat. Adapun hak legal ialah hak yang didasarkan atas hukum dalam tatanan tertentu dan umumnya berasal dari hukum, peraturan, undang-undang serta arsip legal negara yang lainnya

  • Hak Absolut

Hak absolut merupakan hak yang bersifat mutlak, berlaku di mana saja dan juga tidak dipengaruhi oleh kondisi tertentu.

2. Macam-Macam Kewajiban

  • Kewajiban Primer

Kewajiban primer ialah kewajiban yang muncul sebagai akibat dari tindakan yang tidak bertentangan dengan hukum atau bahkan melawan hukum. Contoh kewajiban dari tindakan yang tidak bertentangan dengan hukum ialah tidak mencemarkan nama baik. Contoh kewajiban dari tindakan yang melawan hukum ialah kewajiban membayar sejumlah kerugian dalam hukum perdata

  • Kewajiban Khusus dan Kewajiban Umum

Kewajiban khusus ialah kewajiban yang khusus ditujukan pada suatu golongan tertentu, perjanjian tertentu maupun bidang hukum tertentu. Sedangkan kewajiban umum ialah kewajiban universal yang ditujukan pada semua warga negara.

  • Kewajiban Negatif dan Kewajiban Positif

Kewajiban negatif merupakan kewajiban yang menghendaki tidak dilakukannya sesuatu, sementara kewajiban positif ialah kewajiban yang mewajibkan seseorang untuk melakukan sesuatu

  • Kewajiban Publik

Kewajiban publik merupakan kewajiban yang ada kaitannya dengan hak-hak publik seperti wajib mematuhi hukum pidana

  • Kewajiban Mutlak

Kewajiban mutlak merupakan kewajiban bagi seseorang atas dirinya sendiri serta tidak ada kaitannya dengan hak serta tidak mutlak melibatkan hak pihak lain

Contoh Hak dan Kewajiban

Contoh Hak dan Kewajiban

Mengingat hak dan kewajiban sangat erat dalam kehidupan sehari-hari, maka ada banyak sekali contoh yang dapat ditemukan. Contoh hak dan kewajiban bisa saja mencakup berbagai tempat dan kondisi, di mana di antaranya ialah seperti berikut ini.

1. Contoh Hak dan Kewajiban di Rumah

Setiap anggota keluarga mempunyai hak serta kewajiban masing-masing. Di antara contoh hak di rumah baik dari sisi anak maupun dari sisi orang tua ialah sebagai berikut.

  • Hak anak di antaranya ialah memperoleh makanan dan minuman, memperoleh perlindungan serta keamanan. Memperoleh bimbingan ketika belajar, memperoleh kesejahteraan hidup, hak untuk beristirahat, hak untuk bermain, membantu orang tua, merawat orang tua, berbicara sopan pada orang tua, menjaga nama baik keluarga, memperoleh pakaian, memperoleh pujian bahkan memilih sesuatu yang menurutnya baik untuk dilakukan
  • Hak orang tua di antaranya ialah memperoleh kasih sayang dari anaknya, memberikan hukuman bila anak melakukan kesalahan, mengingatkan anak, memperoleh perlakuan baik dari anak, menolak keinginan anak bila memang itu buruk, melarang anak agar tidak melakuan perbuatan tidak baik dan lain sebagainya

Adapun contoh kewajiban anak serta orang tua saat berada di rumah ialah sebagai berikut.

  • Kewajiban anak di antaranya ialah mematuhi orang tuanya jika itu memang baik, menjaga orang tua terutama setelah lanjut usia, tidak berkata kasar kepada orang tua, menghormati orang tua, bermusyawarah dengan orang tua ketika akan mengambil keputusan, menjunjung tinggi orang tua saat berada di hadapan orang lain, selalu meminta izin pada orang tua jika ingin bepergian dan lain sebagainya
  • Kewajiban orang tua di antaranya ialah memberikan nafkah kepada anak, bersikap adil pada semua anaknya, memberikan nama yang baik pada anak yang baru lahir, mengasuh serta membimbing anak, mengajari anak etika dan sopan santun, memilihkan teman yang baik untuk anak, memberikan contoh teladan pada anak dan lain sebagainya

2. Contoh Hak dan Kewajiban di Sekolah

Kewajiban dan hak di sekolah tentunya mencakup setiap warga sekolah, baik itu guru maupun murid. Oleh sebab itu, contoh hak dan kewajiban di sekolah perlu dibedakan sesuai dengan status warga sekolah tersebut. Berikut ini adalah beberapa hak yang bisa didapatkan oleh guru maupun siswa, antara lain.

  • Hak guru di antaranya ialah memberikan sanksi pada murid yang melakukan kesalahan, memperoleh cuti, dihormati oleh setiap siswa, mendapatkan gaji, mendapatkan perlindungan saat melaksanakan tugas, memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan setiap sarana serta prasarana yang ada untuk menunjang pembelajaran, mempunyai kebebasan untuk memberikan nilai dan lain sebagainya
  • Hak siswa di antaranya ialah hak untuk belajar, memberikan saran, memperoleh izin saat berhalangan untuk masuk, memperoleh perlakuan yang sama dengan murid lainnya, memperoleh toleransi, mengikuti aneka macam lomba, memperoleh beasiswa, menggunakan fasilitas yang ada dan lain sebagainya.

Adapun contoh kewajiban setiap guru dan siswa saat berada di sekolah ialah sebagai berikut.

  • Kewajiban guru di antaranya ialah mengajarkan ilmu pada setiap siswa, memberikan latihan pada siswa, membimbing siswa, menegur siswa bila bersalah, merencanakan pembelajaran, memberikan teladan yang baik pada siswanya dan lain sebagainya
  • Kewajiban siswa di antaranya ialah menaati peraturan sekolah, menghormati setiap warga sekolah, bersikap sopan pada guru, membayar administrasi sekolah, mengikuti semua kegiatan belajar, mengenakan seragam serta atribut sekolah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tidak merusak fasilitas umum di sekolah, menjaga nama baik sekolah dan lain sebagainya

Khusus mengenai hak serta kewajiban guru, ini sudah disebutkan secara rinci dalam 2 undang-undang berikut ini:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 40 ayat 1 mengenai Sistem Pendidikan Nasional
  • Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 14 ayat 1 mengenai Guru dan Dosen

3. Contoh Hak dan Kewajiban Tentang Makanan

Hak serta kewajiban juga berlaku atas makanan, dan di antara contoh kewajiban dan hak tentang makanan tersebut ialah sebagai berikut.

  • Hak tentang makanan di antaranya ialah memberikan makanan pada siapa saja yang diinginkannya, menentukan jumlah atau takaran makanan yang akan dikonsumsi, mengolah makanan sesuai dengan yang diinginkan, memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi serta hak untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi.
  • Kewajiban tentang makanan di antaranya ialah menghargai makanan, tidak membuang-buang makanan, membayar makanan yang dibelinya, mencermati kebersihan setiap makanan yang akan dikonsumsi, mengolah makanan yang akan dikonsumsi sebaik mungkin serta menggunakan tangan yang sopan saat hendak menyantap makanan

4. Contoh Hak dan Kewajiban di Lingkungan Masyarakat

Setiap orang yang menjadi bagian dari masyarakat juga mempunyai hak serta kewajiban tersendiri yang berhubungan dengan orang lain. Adapun contoh hak dalam kehidupan masyarakat di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Hak untuk dianggap sama atau tidak dibeda-bedakan dengan berdasarkan budaya, agama maupun ras
  • Hak untuk ikut berperan dalam berbagai kegiatan yang ada dalam masyarakat, contohnya peringatan kemerdekaan, acara maulid nabi dan lain sebagainya
  • Hak untuk ikut aktif dalam pemilu
  • Hak untuk memperoleh kebebasan dengan apa yang dilakukan
  • Hak untuk memperoleh penghidupan yang layak
  • Hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hal hukum
  • Hak untuk dihormati serta dihargai
  • Hak agar keberadaannya diakui dalam masyarakat
  • Hak untuk menggunakan fasilitas umum
  • Hak untuk ikut dalam organisasi tertentu
  • Hak untuk menerima keamanan serta memperoleh bantuan secara langsung

Sementara untuk contoh kewajiban yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang dalam suatu masyarakat tertentu ialah sebagai berikut.

  • Mentaati setiap peraturan
  • Ikut serta dalam menjaga kebersihan
  • Ikut serta menjaga ketertiban serta keamanan
  • Ikut memelihara setiap fasilitas umum
  • Saling toleransi
  • Wajib menghargai anggota masyarakat yang lain
  • Wajib ikut serta membela negara
  • Wajib menghargai pendapat pihak lain
  • Wajib membayar pajak
  • Wajib menolong sesama
  • Wajib menjunjung tinggi hak orang lain

5. Contoh Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara

Warga negara merupakan mereka yang berdiam dan bertempat tinggal di suatu negara serta mempunyai hak serta kewajiban sebagai warga di negara tersebut. Adapun makna hak dan kewajiban warga negara kurang lebih sama dengan pengertian hak dan kewajiban di atas, hanya saja dalam hal ini lingkupnya adalah negara. Mengingat lingkupnya tersebut, maka baik hak maupun kewajiban warga negara dibatasi oleh status kewarganegaraannya.

Sama seperti sebelumnya, contoh hak warga negara serta kewajiban warga negara sangat banyak. Dalam hal ini bahkan undang-undang turut mengaturnya. Adapun contoh hak warga negara sesuai dengan undang-undang ialah sebagai berikut.

  • Memperoleh pendidikan serta pengajaran yang layak
  • Berhak untuk memilih, memeluk dan juga menjalankan agama yang dianut dan dipercayainya (sesuai pasal 29 ayat 2)
  • Berhak untuk berkumpul, berserikat serta mengeluarkan pendapatnya baik itu secara lisan maupun tulisan (sesuai pasal 28)
  • Berhak mendapatkan kedudukan yang sama dalam pemerintahan dan dalam hukum (sesuai pasal 28 ayat 1)
  • Berhak untuk memperoleh pekerjaan serta penghidupan yang layak (sesuai pasal 27 ayat 2)
  • Berhak mendapatkan perlindungan hukum (pasal 27 ayat 2)

Adapun contoh kewajiban warga negara sesuai dengan undang-undang ialah sebagai berikut.

  • Wajib ikut ambil bagian dalam pembangunan negara
  • Wajib tunduk pada apa-apa yang sudah ditetapkan oleh undang-undang yang berlaku (sesuai pasal 28 ayat 2)
  • Wajib menghormati hak asasi manusia (sesuai pasal 28 ayat 1)
  • Wajib menjunjung tinggi serta menaati dasar negara
  • Wajib ikut berperan dalam membela serta mempertahankan kedaulatan negara (sesuai pasal 30 ayat 1)
  • Wajib membayar retribusi serta pajak yang sudah ditetapkan

Perbedaan Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab dalam Masyarakat

Perbedaan Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab Dalam Masyarakat

 

Bukan hanya hak dan kewajiban saja yang sering disebutkan dalam kehidupan sehari-hari, tanggung jawab juga iya. Ketiga kata tersebut mempunyai hubungan yang begitu erat serta tidak dapat dipisahkan. Intinya adalah hak dan kewajiban itu mempunyai sifat kodrati atau melekat bersama dengan kelahiran manusia dan dalam pelaksanaannya harus dengan rasa tanggung jawab yang besar.

Jika dirinci, maka hak itu adalah sesuatu yang sifatnya mutlak dan menjadi milik seseorang dalam masyarakat, sedangkan kewajiban itu ialah hal-hal yang semestinya dilakukan oleh seseorang sebagai bagian dari masyarakat, dan tanggung jawab adalah perbuatan yang dilaksanakan oleh masing-masing individu dengan berdasarkan pada panggilan hati atau kewajiban seseorang.

Pengertian tanggung jawab yang lainnya adalah kesadaran manusia terhadap perbuatan atau suatu tingkah laku entah itu disengaja maupun tidak disengaja. Jika kembali lagi pada hubungan hak, kewajiban dan tanggung jawab, apabila ada seseorang yang tidak melakukan kewajibannya serta haknya dengan baik, maka yang bersangkutan akan disebut sebagai orang yang tidak mempunyai tanggung jawab. Begitu pula sebaliknya.

Perbedaan Hak dan Kewajiban Warga Negara Dengan Hak dan Kewajiban Asasi

Perbedaan Hak dan Kewajiban Warga Negara Dengan Hak dan Kewajiban Asasi

Hak merupakan sesuatu yang mengiringi manusia sejak lahir. Ini adalah sesuatu yang bersifat tidak dapat diganggu gugat. Namun hak ini bisa dibagi menjadi dua yakni hak warga negara dan hak asasi. Pengertian hak warga negara adalah seperangkat hak yang ada pada diri individu mengingat kedudukannya sebagai bagian dari suatu negara sehingga haknya itu akan dibatasi oleh status kewarganegaraannya.

Sementara itu, pengertian hak asasi ialah hak yang bersifat umum atau universal, di mana status kewarganegaraan tidak mempunyai pengaruh atasnya. Mengingat kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap hak asasi manusia itu adalah hak warga negara, namun tidak semua hak warga negara merupakan hak asasi manusia. Contoh, setiap warga negara Indonesia berhak menduduki jabatan dalam pemerintahan Indonesia, namun walaupun menduduki jabatan adalah hak asasi, hak ini tidak berlaku bagi mereka yang bukan warga negara Indonesia.

Beralih pada kewajiban. Kewajiban warga negara merupakan perbuatan atau tindakan yang wajib dilakukan oleh warga negara sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam undang-undang, atau dengan kata lain kewajiban yang dibatasi oleh status kewarganegaraan. Contoh dalam hal ini ialah kewajiban untuk membela negara Indonesia hanya berlaku bagi mereka yang berstatus sebagai warga negara Indonesia saja. Sedangkan warga negara asing tidak mempunyai kewajiban tersebut.

Sementara itu, pengertian kewajiban asasi ialah kewajiban dasar masing-masing individu dan kewajiban ini terlepas dari status kewarganegaraannya. Contoh dalam hal ini ialah menghormati hak hidup orang lain adalah kewajiban bagi siapapun tidak peduli dia warga negara Indonesia maupun bukan.

Penyebab Lahir dan Dihapusnya Hak

Penyebab Lahir dan Dihapusnya Hak

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh J.B Daliyo, hak bisa muncul atau lahir karena beberapa hal berikut ini.

  • Terdapat subjek hukum yang baru, entah itu berupa badan hukum maupun orang
  • Terdapat perjanjian yang sudah disepakati oleh setiap pihak yang menyetujui atau mengadakan perjanjian
  • Terdapat kerugian yang dialami oleh seseorang, di mana kerugian tersebut diakibatkan oleh orang lain
  • Kadaluarsa aquisitief atau aquisitief verjaring
  • Seseorang sudah melakukan kewajiban atau hak

Selanjutnya, J.B Daliyo juga menjelaskan bahwasanya hak bisa terhapus atau lenyap karena sejumlah hal di bawah ini.

  • Kadaluarsa extincief atau extincief verjaring
  • Kewajiban yang menjadi syarat untuk didapatnya hak telah terpenuhi
  • Benda yang menjadi objek hak telah diterima
  • Masa berlaku hak habis serta tidak bisa diperpanjang
  • Pemegang hak telah meninggal dunia serta tidak ada ahli waris atau pengganti yang sudah ditunjuk sebelumnya oleh hukum maupun oleh pemegang hak yang bersangkutan

Penyebab Lahir dan Dihapusnya Kewajiban

Penyebab Lahir dan Dihapusnya Kewajiban

Sama seperti hak, kewajiban juga dapat lahir dan lenyap. Adapun penyebab lahir atau munculnya kewajiban oleh J.B Daliyo dijelaskan seperti berikut ini.

  • Kadaluarsa tertentu yang sudah ditentukan dengan berdasarkan perjanjian maupun hukum tertentu
  • Yang bersangkutan sudah menikmati hak tertentu
  • Adanya kesalahan yang dilakukan oleh seseorang sehingga orang lain mendapat kerugian akibat kesalahan tersebut
  • Terdapat perjanjian yang sudah disepakati
  • Adanya syarat untuk melakukan kewajiban tertentu agar bisa mendapatkan hak

Selain itu, J.B Daliyo juga menjelasan bahwa kewajiban dapat terhapus atau lenyap yang diakibatkan oleh sejumlah hal di bawah ini.

  • Terdapat penyebab seseorang tidak bisa memenuhi kewajibannya, di mana penyebab tersebut di luar kemampuan manusia
  • Kewajibannya sudah dialihkan atau beralih pada orang lain
  • Akibat ketentuan yang disebutkan dalam undang-undang
  • Kadaluarsa
  • Hak yang menyebabkan munculnya kewajiban sudah hilang
  • Kewajiban yang dimaksud telah dilaksanakan oleh yang bersangkutan
  • Masa berlaku kewajiban habis dan tidak bisa diperpanjang
  • Pihak yang memiiliki kewajiban meninggal dunia sedangkan tidak ada pihak yang menggantikannya, baik itu ahli waris, orang lain ataupun badan hukum yang dapat ditunjuk oleh hukum

Kesimpulan

Memahami pengertian hak dan kewajiban adalah hal yang penting untuk dilakukan supaya masing-masing individu mampu menjalankan keduanya dengan baik dan seimbang. Hingga saat ini, sudah banyak kasus pertentangan yang muncul akibat tidak seimbangnya antara hak dan kewajiban. Apabila hal ini terus dibiarkan, maka kehidupan yang aman, nyaman dan tentram akan sulit sekali diraih.

Kasus-kasus pelanggaran hak, khususnya hak asasi manusia juga sudah banyak terjadi, bahkan termasuk di Indonesia. Harapannya, ke depannya tidak ada lagi kasus serupa sehingga setiap orang dapat merasakan nyamannya hidup dengan tentram.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com