Ekonomi Adalah

Posted on

VOI.Co.Id – Istilah ekonomi begitu erat dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun tampak sederhana, kata ini sebenarnya mengandung makna yang cukup kompleks, mengingat semua orang yang ada di dunia turut menjalankannya. Secara singkat, pengertian ekonomi adalah kegiatan manusia yang ada kaitannya dengan masalah produksi, distribusi dan juga konsumsi.

Kata ekonomi itu sendiri diketahui berasal dari bahasa Yunani, yakni oikos dan nomos. Oikos artinya adalah rumah tangga sedangkan nomos ialah peraturan. Jadi, jika hendak diartikan secara harfiah, maka ekonomi artinya adalah aturan atau manajemen rumah tangga. Untuk lebih memperjelas pemahaman, berikut ini akan disampaikan pengertian ekonomi lengkap dengan sejarah, manfaat serta hal-hal yang masih ada hubungannya dengan kata tersebut.

Pengertian Ekonomi Secara Umum

Pengertian-Ekonomi

Pengertian ekonomi secara umum ialah berbagai hal yang ada kaitannya dengan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari guna meraih kemakmuran. Selain itu, ekonomi juga dapat dijelaskan sebagai alat untuk mengukur tingkat kemajuan suatu negara.

Dalam kalimat yang lain dijelaskan bahwa pengertian ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang secara khusus mempelajari dan membahas tentang akktivitas manusia yang berhubungan dengan kegiatan produksi, kegiatan distribusi serta kegiatan konsumsi, baik itu pada barang maupun jasa.

Ekonomi juga dapat dianggap sebagai ilmu yang ada kaitannya dengan sumber daya material individu, masyarakat serta negara kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, ekonomi juga berarti ilmu yang membahas tentang asas produksi, asas distribusi dan asas konsumsi barang serta kekayaan dan berbagai hal tentang pemanfaatan watu, tenaga, uang dan lain sebagainya yang dianggap berharga.

Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Pengertian-Ekonomi-Menurut-Para-Ahli

Supaya bisa lebih paham lagi tentang apa itu ekonomi, sebaiknya jangan hanya mengetahui pengertiannya secara umum saja. Lihatlah pula pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. Di antara pengertian ekonomi menurut para ahli tersebut ialah sebagai berikut.

1. Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya menganggap ekonomi itu sebagai suatu wadah yang di mana sektor industri begitu melekat di atasnya.

2. John Stuart Mill

John Stuart Mill menganggap ekonomi sebagai ilmu yang fokus membahas penciptaan nilai tukar barang dengan jasa, yang bisa membantu meningkatkan kemakmuran serta kekayaan suatu negara.

3. Adam Smith

Pengertian ekonomi menurut Adam Smith ialah penyelidikan mengenai suatu kondisi serta sebab dari adanya kekayaan negara.

4. Alfred Marshall

Alfred Marshall menganggap ekonomi sebagai studi mengenai manusia sebagaimana mereka bergerak, menjalani hidup serta berpikir dalam konteks keseharian.

5. Robbins

Robbins menganggap ekonomi sebagai studi mengenai tingkah laku manusia sebagai hubungan antara tujuan yang kemudian dihadapkan dengan ketersediaan sumber daya guna mencapai tujuan tersebut.

6. Khursid Ahmad

Khursid Ahmad menganggap ekonomi sebagai suatu upaya yang mensistematiskan serta memahami berbagai masalah dalam perekonomian serta berbagai jenis tingkah laku manusia yang berkaitan dengan permasalahan tersebut yang didasarkan pada perspektif islam.

7. Case dan Fair

Case dan Fair menganggap ekonomi sebagai studi yang membahas tentang upaya individu serta masyarakat dalam mengambil suatu pilihan untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada yang telah disediakan oleh alam serta generasi sebelumnya.

8. M. Manullang

Manullang menganggap ekonomi sebagai studi yang fokus pembahasannya terletak pada aktifitas masyarakat kaitannya dengan upaya untuk meraih kemakmuran, yang mana kemakmuran itu merupakan kondisi di mana manusia mampu memenuhi berbagai kebutuhannya, entah itu berupa barang maupun jasa.

8. M. Akram Khan

Akram Khan menganggap ekonomi sebagai ilmu yang tujuannya adalah mempelajari kesejahteraan manusia yang bisa dicapai dengan cara mengorganisir berbagai sumber daya yang terdapat di bumi atas kerjasama dan partisipasi.

8. Lipsey

Lipsey menganggap ekonomi sebagai studi mengenai pemanfaatan semua sumber daya langka guna memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang tidak terbatas atau tidak berujung.

11. Suherman Rosyidi

Suherman Rosyidi menganggap ekonomi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berusaha memberikan pengetahuan serta pengertian akan berbagai gejala yang terdapat dalam masyarakat yang muncul akibat perbuatan manusia dalam berbagai upayanya untuk bisa dengan segera memenuhi kebutuhannya atau mencapai kemakmuran.

12. Amwal

Amwal menganggap ekonomi sebagai cabang ilmu yang berusaha mengetahui cara menentukan keputusan yang efektif dalam hal mengelola berbagai sumber daya yang sudah ada guna memenuhi kkebutuhan individu maupun masyarakat.

13. Paul Anthony Samuelson

Paul Anthony Samuelson memandang ekonomi sebagai cara yang digunakan oleh seseorang maupun kumpulan orang untuk memanfaatkan sumber yang sifatnya terbatas guna mendapatkan aneka macam komoditas dan juga produk serta menyalurkannya agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

14. Aristoteles

Aristoteles memandang ekonomi sebagai cabang yang bisa dimanfaatkan dengan dua jalan. Dua jalan yang dimaksud ialah mungkin dapat digunakan dan mungkin dapat ditukar dengan barang. Dengan demikian, ekonomi mempunyai nilai tukar serta nilai guna.

15. David Ricardo

Pengertian ekonomi menurut David Ricardo sangatlah singkat, yaitu suatu kajian mengenai hukum aneka macam golongan masyarakat.

16. Abraham Maslow

Abraham Maslow memandang ekonomi sebagai bidang keilmuan yang mampu menyelesaikan masalah hidup manusia melalui penggemblengan semua sumber ekonomi yang ada dengan berdasarkan pada prinsip serta teori dalam sistem ekonomi tertentu yang memang dianggap efektif serta efisien.

17. Ruenez

Ruenez memandang ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menghadapi berbagai kebutuhan dengan sarana yang sifatnya terbatas namun mempunyai aneka macam fungsi.

Pendapat para ahli mengenai pengertian ekonomi di atas ditafsirkan dari berbagai sumber tanpa merubah makna yang sebenarnya.

Sejarah Ekonomi

Sejarah-Ekonomi

Secara umum, sejarah ekonomi terbagi menjadi 3 aliran, yakni klasik, neo klasik dan modern. Berikut ini akan disampaikan sejarah ilmu ekonomi menurut ketiga aliran tersebut.

1. Ekonomi Menurut Aliran Klasik

Adam Smith disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali mengembangkan ekonomi sebagai imu pengetahuan tersendiri sekitar abad 18 yang lalu. Melalui karyanya yang berjudul Wealth of Nations, Adam Smith mencoba menelisik sejarah perkembangan negara-negara yang ada di dunia Eropa.

Aliran klasik ini menekankan adanya invisible hand kaitannya dengan pengaturan pembagian sumber daya yang kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar. Sangat jelas bahwa dalam konsep ini peran pemerintah sangat terbatas.

Setelah terjadi Depresi Besar sekitar tahun 1930-an, aliran ini mengalami kegagalan yang besar. Saat itu ditunjukkan dengan jelas bahwa pasar tidak dapat bereaksi terhadap gejolak yang terjadi di pasar saham. Terlepas dari hal tersebut, Adam Smith berpendapat bahwasanya kemakmuran tidak hanya terletak pada emas saja tetapi juga terletak pada barang.

Kemakmuran itu sendiri adalah kondisi di mana kebutuhan seimbang dengan benda pemuas kebutuhan. Akan tetapi, untuk mencapai kemakmuran tersebut jalannya tidak mudah sehingga ini kemudian menjadi masalah pokok ekonomi. Berdasarkan pada aliran klasik ini, diketahui bahwa masalah pokok ekonomi bisa dikelompokkan menjadi 3 masalah penting yakni produksi, distribusi dan konsumsi.

2. Ekonomi Menurut Aliran Neo Klasik

Aliran Neo Klasik dicetuskan salah satunya oleh Gossen. Dia kemudian memberikan sumbangsihnya dalam bidang ekonomi yang kemudian disebut dengan Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II. Hukum Gossen I memberikan penjelasan mengenai hubungan antara jumlah barang konsumsi dengan tingkat kepuasan. Sementara Hukum Gossen II memberikan gambaran mengenai konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk aneka macam barang yang dibutuhkannya.

Selain Gossen, ada pula tokoh lain yakni Jevons dan Menger. Jevons berpendapat bahwasanya perilaku individu mempunyai peran dalam menentukan nilai barang. Sementara Menger menyebutkan bahwa nilai barang akan ditentukan oleh tingkat kepuasan paling rendah yang bisa dipenuhinya.

3. Ekonomi Menurut Aliran Modern

Sementara itu, dalam aliran modern para ahli sudah sepakat bahwasanya dengan sumber daya yang ada, setidaknya ada 3 masalah yang dihadapi dan masalah ini harus diatasi oleh masyarakat yang berperan sebagai subjek ekonomi. Adapun 3 masalah yang dimaksud ialah barang atau jasa apa yang hendak dibuat dan jumlahnya berapa (what and how much), bagaimana cara membuatnya (how) dan untuk siapakah barang atau jasa itu nanti (for who).

Manfaat Ekonomi

Manfaat-Ekonomi

Dengan menganggap ekonomi sebagai suatu ilmu, ekonomi mempunyai manfaat yang sangat besar dalam  upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Adapun manfaat ekonomi tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Membuat manusia menjadi lebih peka pada masalah ekonomi
  • Membuat manusia menjadi lebih paham akan pengertian potensi serta keterbatasan kebijakan ekonomi tertentu
  • Membuat manusia mampu memahami pola perilaku ekonomi yang ada di suatu masyarakat
  • Memberikan saran atau masukan dalam proses pengambilan keputusan dalam tindakan ekonomi

Prinsip Ekonomi

Prinsip-Ekonomi

Prinsip ilmu ekonomi merupakan upaya agar bisa mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin tetapi dengan pengorbanan yang seminimal mungkin. Dengan kata lain, tujuan dari prinsip ini ialah supaya manusia bisa memenuhi kebutuhannya dengan cara yang paling efisien dan efektif.

1. Tujuan Prinsip Ekonomi

Selain tujuan tersebut, prinsip ekonomi ini juga mempunyai tujuan lain sebagai berikut:

  • Agar seseorang bisa menggunakan kemampuan serta modal yang dimilikinya dengan maksimal
  • Agar bisa memperoleh keuntungan yang besar dari kegiatan ekonomi yang dilakukan
  • Agar kemungkinan terjadinya kerugian bisa diminimalisir
  • Mencegah pemborosan saat mengkonsumsi

2. Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Selain mempunyai tujuan di atas, prinsip ekonomi ini juga mempunyai ciri-ciri khusus sebagai berikut:

  • Berlaku hemat dalam berbagai hal
  • Berprinsip bahwa pengeluaran wajib disesuaikan dengan pendapatan
  • Membuat rencana yang bagus tentang pengeluaran
  • Bertindak rasional dengan cara mengutamakan kebutuhan yang lebih penting
  • Mempertimbangkan untung serta rugi saat hendak melakukan kegiatan ekonomi

3. Jenis-Jenis Prinsip Ekonomi

Lebih lanjut lagi, prinsip ekonomi rupanya dibagi menjadi 3 jenis, yang mana hal ini disesuaikan dengan pelaku ekonomi. Adapun ketiga jenis prinsip ekonomi tersebut ialah sebagai berikut.

  • Prinsip produsen, ialah menghasilkan produk bermutu tinggi dengan biaya produksi yang rendah
  • Prinsip penjual atau pedagang ialah memperoleh banyak pelanggan agar potensi keuntungannya menjadi lebih besar, di mana prinsip ini kemudian lebih berfokus kepada kegiatan pemasaran atau promosi
  • Prinsip pembeli, ialah memperoleh produk yang kualitasnya tinggi dengan harga yang rendah

4. 10 Prinsip Ekonomi

Mengacu pada penjelasan sebelumnya, prinsip ekonomi memang berlaku atas aktifitas produksi, distribusi serta konsumsi. Lebih dari itu, prinsip ekonomi ini ada 10 seperti yang dijelaskan berikut ini.

  • Setiap orang menghadapi Trade Off yang artinya ialah saat seseorang meninginkan sesuatu, maka orang tersebut perlu mengorbankan sesuatu pula. Adapun yang dikorbankan ini dapat berupa waktu, tenaga, uang maupun yang lainnya
  • Mengorbankan biaya guna memperoleh sesuatu
  • Berpikir rasional untuk menimbang untung serta rugi dari kesempatan yang dipilih
  • Tanggap terhadap insentif yang artinya seseorang akan menjadi lebih aktif manakala dia ditawarkan keuntungan lebih atas apa yang telah dikerjakannya
  • Perdagangan yang menguntungkan seluruh pihak, di mana prinsip ini akan mengedepankan yang namanya spesialisasi
  • Pasar menjadi tempat serta sarana yang paling baik dalam mengkoordinasi kegiatan ekonomi
  • Pemerintah bisa mengambil peran dalam meningkatkan faktor produksi
  • Standar hidup suatu negara akan bergantung kepada kemampuan pekerjanya dalam mengolah dan menghasilkan barang serta jasa
  • Inflasi akan terjadi apabila pemerintah membuat uang dalam jumlah yang banyak
  • Masyarakat akan menghadapi Trade Off dalam jangka pendek antara pengangguran dengan inflasi

Motif Ekonomi

Motif-Ekonomi

Secara singkat, motif ekonomi berarti berbagai hal yang ada hubungannya dengan alasan atau dorongan yang menjadi dasar bagi seorang individu maupun organisasi untuk melakukan kegiatan ekonomi. Adapun contoh dari motif ekonomi ini ialah Belanda yang dahulu menjajah Indonesia bertujuan untuk mengelola serta menguasai kekayaan alam Indonesia. Contoh lainnya seperti petani yang dengan rajin merawat tanamannya guna menghasilkan panen yang lebih baik.

Motif ekonomi ini bermacam-macam, ada yang didasarkan pada faktor penyebabnya dan ada juga yang didasarkan pada pelaku ekonominya. Adapun penjelasan singkat macam-macam motif ekonomi ini ialah sebagai berikut.

1. Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Berdasarkan faktor penyebab, maka motif ekonomi kembali akan dibagi menjadi dua, yakni motif intrinsik serta motif ekstrinsik.

  • Motif Intrinsik

Yaitu motif yang muncul dari dalam diri individu tanpa dipengaruhi oleh faktor luar. Contohnya, seseorang minum air saat dia merasa haus, atau seorang siswa rajin belajar karena dia ingin menjadi bintang kelas, dan lain sebagainya

  • Motif Ekstrinsik

Yaitu motif yang muncul dari dalam diri individu namun itu karena dipengaruhi oleh faktor luar. Contohnya, seorang mahasiswa ingin membeli laptop baru karena temannya membeli laptop baru pula

2. Berdasarkan Pelaku Ekonomi

Berdasarkan pada pelaku ekonomi, maka motif ekonomi dapat dibagi menjadi 2 juga, yakni motif individu serta motif organisasi.

a. Motif Individu

Merupakan motif yang berasal dari diri sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Motif ini umumnya terdiri atas:

  • Motif sosial (untuk membantu serta mensejahterakan orang lain)
  • Motif mencapai kekuasaan ekonomi
  • Motif aktualisasi diri (karena umumnya manusia memerlukan penghargaan serta pengakuan dari orang lain)
  • Motif meningkatkan taraf hidup

b. Motif Organisasi

Merupakan motif yang berasal dari keinginan kelompok tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota kelompok itu sendiri. Motif ini umumnya terdiri atas:

  • Motif memproduksi barang atau jasa
  • Motif mencari keuntungan
  • Motif menjaga eksistensi perusahaan

Ruang Lingkup Ekonomi

Ruang-Lingkup-Ekonomi

Ruang lingkup ekonomi ada 2, yakni ekonomi makro dan ekonomi mikro. Adapun penjelasan singkat ruang lingkup ekonomi tersebut ialah sebagai berikut.

1. Ekonomi Makro

Ekonomi makro ialah cabang dari ilmu ekonomi yang fokusnya ialah berbagai variabel dalam ruang lingkup yang lebih besar. Contohnya ketersediaan lapangan kerja, deflasi, inflasi, kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya.

2. Ekonomi Mikro

Pengertian ekonomi mikro ialah cabang ilmu ekonomi yang fokus membahas berbagai variabel ekonomi dalam ruang lingkup yang lebih kecil dibandingkan dengan ekonomi makro. Contohnya ialah suatu perusahaan yang bangkrut, perhitungan kondisi pasar dan lain sebagainya.

Kegiatan Ekonomi

Kegiatan-Ekonomi

Kegiatan ekonomi merupakan semua kegiatan atau aktifitas yang dilaksanakan oleh manusia kaitannya dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, kegiatan ekonomi juga bisa didefinisikan sebagai upaya manusia dalam mencapai kemakmuran dalam hidupnya. Kegiatan ekonomi ini ada 3 jenis, yakni produksi, distribusi serta konsumsi.

1. Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi ialah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan produk baik itu jasa maupun barang. Orang yang melakukan kegiatan ini akan disebut sebagai produsen. Produsen melakukan produksi umumnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen. Adapun hasil dari kegiatan produksi ini dapat berupa barang jadi, barang mentah dan juga barang setengah jadi.

Contoh dari kegiatan ini ialah petani yang menanam padi, orang yang membuat roti, orang yang membuat pakaian, nelayan yang menangkap ikan di laut dan lain sebagainya.

2. Kegiatan Distribusi

Kegiatan distribusi merupakan kegiatan menyalurkan produk yang telah dihasilkan produsen. Dengan adanya kegiatan ini, produk yang awalnya berada di tangan produsen bisa tersebar dengan luas ke masyarakat yang memerlukannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk diterima oleh orang-orang yang membutuhkan sekaligus menjaga keberlangsungan proses produksi. Adapun orang yang melakukan kegiatan ini disebut sebagai distributor.

Dalam kegiatan distribusi, bukan hanya penyaluran produk saja yang dilakukan. Hal ini dikarenakan distribusi juga mencakup sejumlah kegiatan yang disebutkan di bawah ini:

  • Pembelian produk dari produsen
  • Pengangkutan produk
  • Packing atau pengemasan
  • Penjualan barang ke grosir atau pedagang besar
  • Menyimpan barang di gudang
  • Standarisasi kualitas barang
  • Klasifikasi atau pengelompokan barang
  • Promosi dan penyaluran

3. Kegiatan Konsumsi

Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan menggunakan atau menghabiskan produk yang dihasilkan produsen dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan ini akan disebut sebagai konsumen. Misalnya saja membeli pakaian, membeli minuman dan lain sebagainya.

Tindakan Ekonomi

Tindakan-Ekonomi

Tindakan ekonomi merupakan tindakan seseorang yang didasari atas keinginan untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Tindakan ekonomi ini dibagi menjadi dua macam, yakni rasional dan irrasional.

1. Tindakan Ekonomi Rasional

Tindakan ekonomi rasional merupakan tindakan yang didasarkan pada pilihan yang paling menguntungkan. Contohnya berbelanja dengan melihat skala prioritas, menghemat penggunaan listrik, menghemat penggunaan mesin, menawar walaupun sebenarnya mampu membelinya dengan harga asal yang cenderung mahal dan lain sebagainya.

2. Tindakan Ekonomi Irrasional

Tindakan ekonomi irrasional merupakan tindakan yang jika diperkirakan tampak menguntungkan namun pada kenyataannya merugikan. Contohnya Ani membeli beras di toko yang jaraknya cukup jauh karena di sana harga beras lebih murah dibandingkan dengan toko yang ada di samping rumahnya. Secara sepintas, tindakan ini menguntungkan, namun jika dihitung-hitung kembali justru merugikan karena Ani harus mengeluarkan ongkos lebih untuk transportasi.

Metode Ilmu Ekonomi

Metode-Ekonomi

Terkait dengan upaya memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas, terdapat 4 metode dalam ilmu ekonomi. Keempat metode ilmu ekonomi tersebut ialah metode induktif, deduktif, matematika dan statistik. Adapun penjelasan singkatnya ialah sebagai berikut.

1. Metode Induktif

Ini adalah metode mengumpulkan berbagai data serta informasi yang terdapat dalam kehidupan manusia, di mana nantinya data serta informasi tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan.

2. Metode Deduktif

Ini adalah metode yang bekerjanya didasarkan pada prinsip umum atau ketentuan hukum yang berlaku. Jadi, dalam metode deduktif ini, ilmu ekonomi akan mencoba menetapkan solusi atas suatu masalah tertentu dengan berdasarkan pada hukum, prinsip, dasar serta ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam ilmu ekonomi.

3. Metode Matematika

Ini adalah metode yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ekonomi dengan cara yang matematis.

4. Metode Statistik

Ini adalah metode yang dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ekonomi dengan mengumpulkan sekaligus mengolah data yang ada, di mana data tersebut nantinya akan ditafsirkan kemudian disajikan dalam bentuk angka.

Pembagian Ilmu Ekonomi

Pembagian-Ilmu-Ekonomi

Seperti yang telah diketahui bersama, peranan ekonomi bagi kehidupan masyarakat begitu besar. Oleh sebab itu, Douglas C. Haque dan Alfred W. Stonier membagi ilmu ini menjadi 3 kelompok, yakni kelompok deskriptif, kelompok teori dan kelompok terapan. Adapun penjelasan singkat 3 kelompok ilmu ekonomi tersebut ialah sebagai berikut.

1. Ilmu Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economic)

Ilmu ekonomi deskriptif ini adalah bagian dari ilmu ekonomi yang akan memberikan gambaran mengenai situasi atau kondisi dengan berdasarkan pada fakta yang ditemukan dalam perekonomian. Contoh dalam hal ini ialah gambaran mengenai krisis moneter yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998 silam.

Selain itu, ilmu ekonomi deskriptif juga dapat dianggap sebagai bagian dari ilmu ekonomi yang fokusnya terletak pada upaya mengumpulkan berbagai fakta penting mengenai suatu masalah ekonomi.

2. Ilmu Ekonomi Teori (Economics Theory)

Ilmu ekonomi teori ialah bagian dari ilmu ekonomi yang berusaha untuk mengetahui pengertian, hubungan sebab akibat serta cara kerja sistem ekonomi. Kalimat yang lain menjelaskan bahwa ilmu ekonomi teori merupakan pandangan yang memberikan gambaran mengenai kegiatan ekonomi, di mana kegiatan ini mempunyai sifat nyata serta memberikan ramalan mengenai suatu peristiwa yang mungkin saja terjadi di masa depan apabila terdapat kondisi yang mendukung untuk itu.

Ilmu ekonomi teori dibagi lagi menjadi 2 macam, yakni ekonomi mikro serta ekonomi makro. Baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro sama-sama mempunyai peran yang penting dalam hal mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi mengingat keduanya ini masih saling berkaitan.

3. Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics)

Sementara untuk ilmu ekonomi terapan merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang merumuskan sejumlah pedoman serta kebijakan yang tepat guna menangani masalah ekonomi tertentu. Ilmu ini termasuk ilmu yang memanfaatkan berbagai kesimpulan yang telah didapatkan dari ilmu ekonomi teori guna menjelaskan berbagai masalah yang berhasil dikumpulkan dalam ekonomi deskriptif.

Berbicara mengenai pengertian ekonomi, tentu akan ada banyak pendapat yang bermunculan. Mulai dari pendapat umum, para ahli serta penjelasan yang disebutkan dalam KBBI. Selain mengupas arti katanya, ekonomi itu sendiri mempunyai banyak hal yang perlu dibicarakan seperti sejarahnya, manfaatnya, prinsipnya, motifnya dan masih banyak lagi. Pengetahuan-pengetahuan semacam ini perlu dipahami mengingat ekonomi akan terus berkembang dan beritanya pun akan selalu bermunculan di berbagai media.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian ekonomi serta berbagai hal lain mengenai ekonomi, semoga bermanfaat.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com
Content Protection by DMCA.com