CV dan PT Adalah

Posted on

Menjadi entrepreneur dan memulai usaha telah menjadi tren yang tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi di negara lain juga. Ketika menyinggung masalah ini,  akan ada dua bentuk usaha yang familiar di masyarakat, yaitu Commanditaire Vennootschap atau CV dan Perseroan Terbatas atau PT Secara garis besar, CV dan PT adalah dua bentuk usaha yang berbeda.

Perbedaan tersebut bukan hanya terletak pada namanya, tetapi juga mencakup aspek-aspek yang lainnya. Tentu saja perbedaan-perbedaan ini wajib dipahami dengan baik oleh siapa saja, terutama oleh mereka yang berniat untuk mendirikan perusahaan. Memangnya apa saja perbedaan antara CV dengan Perseroan Terbatas itu? Berikut jawaban singkatnya.

Pengertian CV dan PT

Pengertian-CV-dan-PT

Sebelum membahas langsung perbedaan CV dan PT serta kelebihannya, kekurangannya, contohnya maupun yang lain-lainnya, tentu harus dipahami dulu pengertian keduanya. Secara singkat, pengertian CV ialah badan usaha yang masih belum mempunyai badan hukum.

CV juga bisa diartikan sebagai badan usaha yang ada dan dibentuk oleh beberapa orang, bisa dua atau lebih di mana ada salah satu di antaranya yang menjadi sekutu (anggota) pasif atau pemberi modal dan yang lainnya menjadi sekutu (anggota) aktif atau pihak yang menjalankan usaha. CV ini sendiri dibentuk dengan berdasarkan pada perjanjian berupa akta lalu didaftarkan.

Adapun PT, ini adalah badan usaha yang sudah mempunyai badan hukum. Kepemilikan modal PT berupa saham yang dibagi-bagi sesuai dengan banyaknya modal yang diserahkan oleh masing-masing anggota yang menjadi sekutunya. Jadi, bisa dikatakan juga bahwa PT ini merupakan badan usaha yang didirikan dengan berdasarkan pada perjanjian persekutuan modal, di mana modal tersebut dibagi-bagi dalam bentuk persentase saham.

Persamaan PT dan CV

Persamaan-CV-dan-PT

PT dan CV tidak hanya mempunyai perbedaan. Keduanya juga mempunyai persamaan dan ini juga perlu dipahami dengan baik. Adapun persamaan PT dan CV ialah keduanya merupakan bentuk usaha yang diakui secara hukum dan sudah diatur dalam undang-undang. Selain itu, persamaan yang lainnya kurang lebih sebagai berikut.

  • Wajib mempunyai izin, baik itu bersifat umum maupun bersifat khusus
  • Akta pendiriannya dibuat oleh notaris dan harus otentik
  • Pendirinya wajib minimal dua orang

Perbedaan CV dan PT

Perbedaan-CV-dan-PT

Berikut ini adalah sejumlah perbedaan CV dan PT dilihat dari berbagai aspek, antara lain:

1. Berdasarkan Dasar Hukumnya

Mengingat CV bukanlah usaha yang berbadan hukum, maka tidak ada peraturan khusus yang mengaturnya. Secara umum, CV ini banyak dipilih untuk UKM atau Usaha Kecil Menengah karena pendiriannya lebih mudah dan sederhana.

Sementara PT, karena terdapat peraturan khusus yang berupa UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maka bentuk usaha ini adalah bentuk usaha yang berbadan hukum. Di Indonesia sendiri, bentuk usaha yang satu inilah yang banyak digunakan karena bisa diterapkan baik pada usaha skala kecil, menengah dan besar sekaligus.

2. Berdasarkan Ketentuan Pendiriannya

Mengenai ketentuan pendirian, maka CV memerlukan setidaknya 2 orang warga negara Indonesia yang mendirikannya, sedangkan warga negara asing tidak mempunyai kesempatan berperan sebagai pendirinya.

Sementara dalam PT juga diperlukan dua orang yang terlibat langsung dalam pendiriannya, di mana keduanya tersebut juga merupakan warga negara Indonesia. Akan tetapi, dalam aturan mengenai PMA atau Penanaman Modal Asing, warga negara asing juga diperbolehkan menjadi pendiri.

3. Berdasarkan Pajaknya

Perbedaan CV dan PT dari segi pajak juga sangat jelas. Dalam hal ini, baik CV maupun PT adalah subjek pajak dalam negeri yang berbentuk badan. Oleh sebab itu, CV dan PT harus sama-sama mendaftarkan diri agar bisa mendapatkan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau dikukuhkan sebagai PKP atau Pengusaha Kena Pajak.

Khusus untuk CV, laba yang dibagikan pada sekutu tidak akan dikenai pajak, sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Pasal 4 ayat 3 UU PPh. Kemudian untuk menghitung PPh-nya sendiri, akan digunakan tarif tunggal sebesar 12,5% atau 25% jika sudah memenuhi ketentuan yang tercantum dalam pasal 31 E UU PPh.

Sementara dalam PT, pengenaan pajaknya terjadi sebanyak dua kali yakni ketika diakui sebagai laba atau keuntungan usaha oleh PT dan ketika laba atau keuntungan tersebut dibagikan pada seluruh pemegang saham. Adapun pengenaan PPh Final, ini disesuaikan dengan pasal 17 ayat 2c dan pasal 4 ayat 3 UU PPh yaitu sebesar 10%.  Mengenai PPh terhutang, perhitungannya akan mengikuti pasal 31 E atau pasal 17 UU PPh.

Berdasarkan hal tersebut, bisa diketahui bahwa objek pajak antara CV dengan PT tidak sama, baik itu jenis ataupun kuantitasnya.

4. Berdasarkan Penggunaan Nama

Dari segi nama, antara CV dengan PT juga berbeda. Untuk CV, tidak ada peraturan yang membahas dan mengatur hal ini secara khusus, sehingga antara CV yang satu dengan CV yang lainnya bisa saja mempunyai kesamaan atau kemiripan.

Berbeda dengan nama PT, ini sudah ada aturan khususnya yakni pasal 16 UU No. 4 Tahun 2007. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa nama PT harus didahului oleh frasa Perseroan Terbatas atau bisa disingkat dengan PT. Kemudian, nama antara PT yang satu dengan PT yang lainnya tidak boleh sama atau mirip. Ini artinya, pihak-pihak yang ingin mendirikan PT baru harus memberikan nama yang masih belum digunakan oleh PT lain yang sudah ada di Indonesia.

5. Berdasarkan Modal

Mengingat CV tidak mempunyai aturan khusus, maka besar modal yang seharusnya dimiliki dan disetorkan juga tidak ditentukan.  Hal ini lantas menjadi dasar untuk tiga poin yang disebutkan berikut ini.

  • Tidak terdapat sistem kepemilikan saham
  • Besar modal awal tidak ditentukan secara khusus sehingga besar modal ini bisa ditentukan sendiri lalu dicatat oleh pendiri perusahaan
  • Bukti penyetoran modal oleh kedua belah pihak (dalam hal ini adalah sekutu aktif dan sekutu pasif) dapat diatur dalam perjanjian khusus yang telah disepakati semua pihak

Untuk PT, masalah modal ini sudah ada aturannya dan ini tercantum dalam UU No. 40 Tahun 2007, di mana ketentuannya ialah sebagai berikut:

  • Adanya sistem kepemilikan saham
  • Modal dasar paling tidak minimal Rp 50.000.000, kecuali bila ada ketentuan lain yang disebutkan oleh peraturan atau undang-undang yang turut mengatur pelaksanaan usaha tersebut di Indonesia. Dari total modal minimal Rp 50.000.000 tersebut, paling sedikit 25% di antaranya harus sudah diserahkan kepada pendiri perusahaan sebagai tanda kepemilikan saham

6. Berdasarkan Tata Cara Kepengurusan

Dari segi tata cara kepengurusan, dalam CV ada dua orang sebagai pengurus. Dua orang tersebut akan berperan sebagai Pesero Pasif dan Pesero Aktif. Untuk PT sendiri sebenarnya sama, yakni memerlukan dua orang sebagai pengurus, hanya saja satu orang berperan sebagai komisaris dan satu lagi berperan sebagai direksi.

7. Berdasarkan Jenis Kegiatan Usaha

Dilihat dari jenis kegiatan usaha yang bisa dilakukan, CV cenderung terbatas. Dengan kata lain, CV hanya dapat melakukan jenis usaha tertentu. Sempitnya ruang gerak CV ini diakibatkan oleh banyaknya ragam kegiatan usaha yang diatur oleh undang-undang. Jadi, CV pun hanya bisa melakukan usaha yang tidak diatur oleh undang-undang. Sementara untuk PT, jenis kegiatan usahanya lebih luas, sehingga pilihannya juga lebih banyak.

Jika hendak diringkas, maka perbedaan di antara CV dengan PT tercantum dalam tabel berikut ini:

Fakto Pembeda

CV

PT

Dasar Hukum

Tidak mempunyai dasar hukum

Mempunyai dasar hukum

Ketentuan Pendirian

Hanya bisa didirikan oleh WNI

Boleh didirikan oleh WNI atau WNA

Penggunaan Nama

Bisa sama dengan perusahaan yang lain

Tidak boleh sama dengan perusahaan yang lain

Modal

Besarnya tidak ditentukan

Besarnya ditentukan

Tata Cara Kepengurusan

Diurus oleh Pesero Pasif dan Pesero Aktif

Diurus oleh Komisaris dan Direksi

Jenis Kegiatan Usaha

Lebih sedikit

Lebih banyak

Biaya Pendirian

Relatif lebih murah

Relatif lebih mahal

Kelebihan dan Kekurangan CV

Kelebihan-dan-Kekurangan-CV

CV adalah salah satu badan usaha yang mempunyai kelebihan serta kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan CV tersebut akan disampaikan di bawah ini.

1. Kelebihan CV

  • Cenderung lebih mudah dalam mendapatkan kredit
  • Kebutuhan akan modal cenderung lebih mudah terpenuhi
  • Proses pendirian yang lebih mudah
  • Kemampuan untuk berkembang juga lebih besar
  • Kelangsungan usaha relatif lebih terjamin
  • CV juga lebih mudah dalam mencari modal tambahan
  • Pengelolaan CV bisa diserahkan pada mereka yang ahli dalam bidangnya sehingga perkembangannya lebih mudah

2. Kekurangan CV

  • Tidak adanya pemisahan antara kekayaan pribadi pemilik perusahaan dengan kekayaan perusahaan
  • Anggota atau sekutu yang tergabung dalam CV dibagi menjadi 2, yakni anggota aktif dan anggota pasif, sementara anggota yang mempunyai tanggung jawab tidak terbatas hanyalah anggota aktif
  • Apabila perusahaan bangkrut, harta milik anggota aktif bisa saja disita mengingat anggota aktif mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas. Artinya tanggung jawab tersebut sampai menyentuh pada harta pribadi
  • Operasionalnya sangat tergantung pada anggota yang aktif sehingga kelangsungan hidup CV bisa dikatakan tidak menentu
  • Mudah terjadi konflik antar anggota
  • Modal yang sebelumnya sudah ditanam akan sulit untuk ditarik kembali

Kelebihan dan Kekurangan PT

Kelebihan-dan-Kekurangan-PT

Sama seperti CV, PT juga mempunyai sejumlah kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

1. Kelebihan PT

  • Spesialisasi dan manajemen dalam PT sangat memungkinkan sumber modal terkelola secara efisien. Apabila kemudian ada manajer yang kurang cakap, maka anggota bisa menggantinya dengan yang lebih mampu
  • Upaya mendapatkan tambahan modal lebih mudah dengan cara menambah volume usaha, contohnya ialah dengan mengeluarkan saham yang baru
  • Proses pemindahan hak milik sangat mudah, di mana cukup dengan menjual saham kepada pihak atau orang lain
  • Kelangsungan perusahaan bisa lebih terjamin walaupun pemiliknya sudah berganti
  • Tanggung jawab para pemegang saham terhadap hutang perusahaan bersifat terbatas. Artinya adalah apabila perusahaan mempunyai hutang, para pemehang saham hanya akan dikenai tanggung jawab yang besarnya sama dengan modal yang telah dikeluarkan
  • Antara pemilik perusahaan dengan pengurus perusahaan terdapat pemisah yang jelas
  • Struktur organisasinya lebih solid dan mantap

2. Kekurangan PT

  • Biaya pembentukan PT relatif lebih tinggi
  • Mengenai dapur perusahaan, beberapa orang menganggap PT terlalu terbuka karena berbagai aktifitas yang terjadi dalam perusahaan wajib dilaporkan pada para pemegang saham
  • Proses dan syarat pendirian PT jauh lebih sulit, karena diperlukan ijin khusus dan akta notaris
  • Dalam hal pajak, bukan hanya perusahaan saja yang akan dikenai pajak, namun juga laba bersih atau dividen yang dibagikan pada setiap pemegang saham juga dikenai pajak pendapatan
  • Kelangsungan hidup perusahaan akan bergantung pada pemilik saham
  • Terikat dengan regulasi pemerintah

Ciri-Ciri CV dan PT

Ciri-Ciri-CV-dan-PT

Sebenarnya dari berbagai penjelasan di atas sudah bisa diketahui sejumlah ciri-ciri CV dan PT. Namun untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan berikut:

1. Ciri-Ciri CV

  • Dalam CV ada dua macam anggota yakni anggota aktif dan pasif
  • Tanggung jawab anggota aktif bersifat tidak terbatas dan tugasnya ialah menjalankan perusahaan
  • Tanggung jawab anggota pasif bersifat tidak terbatas dan hanya tergantung pada besar modal yang diberikan pada perusahaan
  • Anggota pasif tidak ikut campur dalam operasional perusahaan

2. Ciri-Ciri PT

  • Perusahaan akan dipimpin oleh direksi
  • Pemegang kekuasaan tertinggi dalam PT akan ditentukan berdasarkan RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham
  • Keuntungan yang diperoleh para pemilik saham berada dalam bentuk dividen
  • Pemilik saham mempunyai tanggung jawab pada perusahaan, di mana tanggung jawab tersebut bergantung pada besar modal yang telah diserahkannya
  • PT mempunyai tujuan mencari keuntungan
  • Modalnya berasal dari obligasi dan saham

Jenis-Jenis CV dan PT

Jenis-Jenis-CV-dan-PT

Baik CV maupun PT terdiri atas beberapa jenis yang akan disebutkan di bawah ini:

1. Jenis-Jenis CV

  • Persekutuan komanditer murni yakni CV yang di dalamnya hanya ada 1 sekutu aktif atau komplementer, sementara sekutu lainnya merupakan sekutu pasif atau komanditer
  • Persekutuan komanditer campuran ialah persekutuan komanditer yang asalnya dari firma apabila firma yang dimaksud tersebut memerlukan modal tambahan. Dalam hal ini, sekutu firma menjadi sekutu aktif, sementara untuk sekutu yang lainnya menjadi sekutu pasif
  • Persekutuan komanditer bersaham, ialah CV yang yang mengeluarkan saham, di mana saham tersebut tidak dibuat dengan tujuan diperjualbelikan, melainkan untuk mencegah modal agar tidak beku mengingat dalam CV sangat sulit untuk menarik kembali modal yang telah diserahkan. Adapun sekutu-sekutu yang ada di dalamnya dapat mengambil satu saham saja atau lebih

2. Jenis-Jenis PT

  • PT terbuka ialah PT yang berani menonjolkan dirinya karena penanaman modalnya bersifat terbuka untuk masyarakat umum. Biasanya, PT jenis ini akan menjual sahamnya ke khalayak umum dengan melalui pasar modal
  • PT tertutup ialah PT yang berkebalikan dari jenis pertama, artinya tidak memperjualbelikan sahamnya kepada khalayak umum. Adapun modalnya biasanya berasal dari kalangan tertentu bisa keluarga ataupun kerabat
  • PT kosong ialah PT yang sebenarnya sudah mempunyai izin termasuk izin usaha namun dengan pengecualian yang berupa belum adanya kegiatan yang dapat dilakukan oleh PT tersebut

Contoh CV dan PT

Contoh-CV-dan-PT

Mengingat begitu populernya CV dan PT di Indonesia, tentu menemukan contoh keduanya tidaklah sulit. Beberapa contoh perusahaan CV maupun PT yang ada dan telah dikenal di Indonesia ialah sebagai berikut.

1. Contoh CV

  • CV Punama Jasa Persada
  • CV Global Energi Sistem
  • CV Taruna Jaya Mandiri
  • CV Herry Jaya Utama
  • CV Canvil Group

2. Contoh PT

  • PT Djarum
  • PT Maspion
  • PT Indosiar
  • PT Indofood
  • PT Panasonic
  • PT Astra
  • PT Kereta Api Indonesia
  • PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
  • PT Telekomunikasi Indonesia

Sebagai kesimpulan, CV dan PT adalah dua macam usaha yang berbeda. Perbedaan ini tampak pada pengertian dan juga sejumlah aspek lainnya. Namun, baik CV maupun PT mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga siapapun yang ingin mendirikan usaha hendaknya memperhatikan hal ini supaya tidak salah pilih bentuk usaha.

Pahami pula ketentuan atau peraturan yang mengikat kedua bentuk usaha tersebut dengan benar. Tujuannya ialah supaya lebih mudah dalam melaksanakan kegiatan dan juga mengurangi risiko terjadinya pelanggaran yang mungkin saja terjadi baik dalam pendirian maupun dalam pelaksanaan aktifitas usaha. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Content Protection by DMCA.com